Pemerintah Gaza memperkirakan kerugian langsung di 15 sektor vital sepanjang 2025 mencapai lebih dari 33 miliar dolar AS, sebagai dampak berlanjut dari agresi genosida Israel terhadap rakyat Palestina. Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) menyatakan bahwa serangan Israel yang berlangsung selama dua tahun telah melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan di Jalur Gaza.
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dilaporkan hancur total. Sekitar 17.800 hektar lahan atau lebih dari 80 persen lahan pertanian Gaza, mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut luas lahan pertanian sayuran menyusut drastis dari 9.300 hektar menjadi hanya 400 hektar, disertai penghancuran sekitar 1.000 sumur pertanian dan 500 peternakan.
Kerusakan parah juga terjadi pada infrastruktur dan layanan publik. Serangan Israel menghancurkan lebih dari 700 sumur air, 3.080 kilometer jaringan listrik, serta 400 kilometer jaringan air dan sanitasi. Selain itu, sekitar 2.000 kilometer jalan rusak, 150 gedung pemerintahan, serta 250 fasilitas olahraga dan budaya dihancurkan, termasuk situs bersejarah dan arkeologis.
Sepanjang 2025, Israel menjatuhkan lebih dari 112.000 ton bahan peledak ke Gaza, menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut dan menguasai sekitar 55 persen wilayah Gaza dengan kekuatan militer.
Di sektor kesehatan, 22 rumah sakit dinonaktifkan, 211 ambulans dan 23 kendaraan pertahanan sipil menjadi sasaran serangan. Sektor pendidikan pun terdampak berat, dengan 95 persen sekolah rusak, 30 institusi pendidikan hancur total, serta lebih dari 1.000 pelajar, 88 guru, dan 45 akademisi terbunuh. Tempat ibadah juga tidak luput dari serangan; sebanyak 34 masjid hancur total, 100 masjid rusak sebagian, dan tiga gereja diserang berulang kali. Sebanyak 21 dari 60 pemakaman di Gaza turut diratakan.
Di sektor perumahan, Israel dilaporkan menghancurkan 106.400 rumah, sebanyak 66.000 rusak berat rumah hingga tidak layak huni, serta 41.000 rumah lainnya rusak sebagian. Di tengah kondisi ini, sekitar dua juta warga Gaza hidup sebagai pengungsi, dengan sedikitnya 213.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat penghancuran rumah mereka. Selain itu, 87 tempat penampungan pengungsi juga menjadi sasaran serangan.
Laporan ini menegaskan besarnya kehancuran sistematis yang dialami Gaza sepanjang 2025, dengan dampak kemanusiaan yang sangat luas dan berkepanjangan.
Sumber: AA, MEMO







