JAKARTA — Dalam upaya optimalisasi penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera, Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar Temu Penyelenggara Filantropi dan Dunia Usaha Peduli Sumatera di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos RI (10/12). Indah Kurniati, Direktur Fundraising Adara Relief International, turut hadir mewakili Adara bersama lebih dari 52 peserta dari lembaga kemanusiaan dan dunia usaha yang berkomitmen mendukung respon bencana Sumatera.
Pada forum ini, terdapat Posko Pengumpulan Bantuan Peduli Bencana yang menampung donasi dari peserta untuk disalurkan ke Sumatera. Posko ini menghimpun donasi dari para peserta, baik dalam bentuk uang maupun barang, untuk segera disalurkan kepada warga terdampak di berbagai wilayah Sumatera. Kehadiran posko tersebut memperkuat koordinasi dan memastikan bantuan dapat bergerak cepat ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Kemensos: Pentingnya Sinergi dalam Optimalisasi Penanganan Bencana Sumatera
Agenda dibuka dengan doa bersama untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera. Bencana banjir bandang dan longsor telah meninggalkan luka mendalam bagi warga Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Rumah dan bangunan hanyut, akses jalan dan listrik terputus, serta lumpuhnya layanan kesehatan.
Di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan, lembaga filantropi dan perusahaan telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan di Sumatera.
Menanggapi hal tersebut, Saifullah Yusuf (Menteri Sosial Republik Indonesia) menyampaikan apresiasi penuh atas tingginya semangat gotong royong dari para lembaga filantropi, perusahaan, maupun masyarakat yang telah cepat tanggap dalam menangani bencana Sumatera.
Hingga saat ini, donasi yang terkumpul dari lembaga filantropi dan perusahaan telah mencapai lebih dari 196 miliar rupiah.

Sementara itu, Kemensos berfokus pada dua aspek utama dalam menangani bencana Sumatera, yaitu penyediaan shelter darurat serta distribusi logistik. Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengirim bantuan Sumatera dalam bentuk makanan siap saji, family & children kit, tenda darurat, pakaian, serta kebutuhan listrik.
Mengacu pada Inpres No. 4 Tahun 2025, Presiden Republik Indonesia menegaskan pentingnya database nasional yang akan menjadi acuan dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Integrasi data ini akan menciptakan penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Saifullah menekankan pentingnya integrasi data, transparansi penggalangan dana, serta sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi.
Saifullah juga memaparkan DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional), yaitu basis data nasional penerima bantuan sosial. DTSEN ini akan menjadi basis dalam program pengentasan kemiskinan dari pemerintah.
Adara Telah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Sebagai wujud kepedulian pada saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor Sumatera, Adara turut menyalurkan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana. Respon cepat ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan mendesak para penyintas terpenuhi, sekaligus mendukung pemulihan mereka pada tahap awal bencana. Hingga saat ini, ratusan penerima manfaat telah mendapatkan bantuan melalui program tanggap darurat Adara.
Di Sumatera Barat, Adara menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, termasuk paket sembako, kasur, bantal, serta popok bayi. Adara menyalurkan bantuan langsung ke berbagai titik, termasuk wilayah terpencil, agar mereka mendapatkan dukungan yang layak di tengah kondisi darurat.

Sementara itu, di Sumatera Utara, Adara memberikan perhatian khusus kepada perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang rentan dalam bencana. Bentuk bantuan meliputi women kit, paket sembako, pakaian ibu dan anak, serta dukungan lain untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka selama masa tanggap darurat.
Di Aceh, Adara menjalankan intervensi yang lebih luas. Selain sembako dan kebutuhan ibu dan anak, Adara juga menyalurkan hygiene kit untuk menjaga kebersihan keluarga penyintas. Tak hanya itu, Adara turut mendirikan layanan medis bagi masyarakat terdampak bencana, serta mendukung pembangunan sumur sebagai solusi jangka panjang untuk menyediakan akses air bersih. Upaya ini sangat penting mengingat air bersih merupakan hal krusial dalam pemulihan pasca bencana.
Dalam waktu dekat, Adara akan melakukan penyaluran langsung bantuan kemanusiaan ke Aceh. Krisis yang terjadi telah membawa dampak besar bagi ribuan keluarga, dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan dalam pemulihan bencana ini.
Sahabat Adara, peluang donasi masih terus terbuka. Mari bersama ringankan beban saudara-saudara kita melalui klik disini.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


