Hari Minggu (10/7), Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa mereka menugaskan kedutaan Mesir di Tel Aviv untuk berkomunikasi dengan otoritas Israel. Hal tersebut guna mengetahui kebenaran tentang apa yang beredar mengenai keberadaan kuburan massal tentara Mesir. Kuburan tersebut diperkirakan terletak di daerah Latrun, sebelah barat Al-Quds (Yerusalem).
Juru bicara Kemenlu Mesir, Ahmed Hafez, mengatakan bahwa mereka akan menuntut penyelidikan untuk mengklarifikasi kredibilitas informasi ini. Adapun mereka akan memberikan pernyataan mendesak kepada pihak berwenang Mesir dengan perincian yang relevan.
Kabar mengenai kuburan massal tersebut mulai tersebar luas pada hari Jumat (8/7) melalui surat kabar Haaretz. Harian tersebut menerbitkan sebuah laporan milik Adam Raz, seorang peneliti Israel di Institut Akevot yang mengkhususkan diri dalam konflik Israel-Palestina, yang membahas tentang kuburan massal tentara Mesir yang menjadi martir di tanah Palestina selama perang 1967.
Laporan tersebut menyatakan bahwa terdapat 80 tentara pasukan komando Mesir yang pemakamannya berada di sebuah kuburan massal. Kuburan tersebut terletak di Kibbutz Nahshon, daerah Deir Latrun, barat laut Al-Quds (Yerusalem).
Seorang jurnalis, Yossi Melman, mengatakan dalam tweetnya di Twitter, “Setelah 55 tahun pemberlakuan sensor yang intens, saya dapat mengungkapkan bahwa tentara Israel membakar hidup-hidup dan mengubur setidaknya 20 tentara Mesir di kuburan massal. Namun, kuburan tersebut tidak bertanda dan tanpa identitas yang bertentangan dengan hukum perang, di Latrun, dekat Al-Quds (Yerusalem).”
Sumber:
https://www.#/20220711-israel-to-examine-reports-of-decades-old-grave-for-buried-egyptian-soldiers/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








