Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan telah menghentikan prosedur penerimaan jenazah puluhan syuhada dari tentara pendudukan Israel sebelum mengungkapkan informasi mengenai identitas mereka.
Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (25/9), “Dengan datangnya sebuah kontainer yang berisi sekitar 88 jenazah dari pendudukan Israel, tanpa data atau informasi yang menunjukkan nama-nama mereka dan lokasi di mana mereka dibunuh, Kementerian Kesehatan Palestina menghentikan prosedur untuk menerima kontainer tersebut hingga selesainya data dan informasi lengkap tentang jenazah-jenazah tersebut sehingga keluarga mereka dapat mengidentifikasi mereka.”
Iyad Qadeeh, seorang pejabat media di kementerian kesehatan, mengatakan bahwa kedatangan kontainer pada Rabu (25/9) adalah yang kelima kalinya pihak berwenang menerima truk berisi mayat tak dikenal.
Kementerian mengimbau Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan protokol yang berlaku secara internasional mengenai penerimaan dan pengantaran jenazah, dengan memberikan data dan informasi yang lengkap mengenai setiap jenazah, baik nama, umur, maupun lokasi pengambilan jenazah.
Ia juga menekankan perlunya menerima jenazah sesuai dengan standar kemanusiaan dan internasional dan dengan cara yang menjaga martabat jenazah. ICRC pada Kamis (26/9) pagi menerima jenazah para syuhada dari tentara pendudukan Israel yang sebelumnya telah mengambil mereka dari berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah (GMO) mengutuk sekeras-kerasnya pelanggaran berulang, sengaja, dan nyata yang dilakukan Israel terhadap martabat jenazah para syuhada, dengan cara yang melanggar hukum internasional, dan mengirimkan pesan penghinaan terhadap hukum internasional serta pengabaian prosedur hukum yang ditempuh dalam menjaga martabat para korban yang terbunuh.
Dalam pernyataannya, kantor tersebut menganggap pendudukan Israel dan pemerintah AS sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan tidak manusiawi ini, serta menyerukan masyarakat internasional, semua organisasi internasional dan PBB, serta semua negara di dunia untuk mengutuk tindakan tersebut dan menekan Israel agar menghentikan genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Sejak serangan 7 Oktober 2023, pasukan Israel telah mengembalikan ratusan mayat ke Gaza dalam keadaan rusak, banyak yang membusuk dan tidak dapat dikenali. Pada Jumat (2/8), sebuah truk yang membawa sekitar 90 jenazah tiba di Gaza dari Israel. Kementerian tersebut mengatakan jenazah-jenazah tersebut dikembalikan sebagai tulang-tulang dan jasad yang membusuk dengan cara yang tidak manusiawi.
Mayat tersebut dilaporkan sudah sangat membusuk sehingga sisa-sisa lima orang ditempatkan dalam satu peti mati, dan hanya dua keluarga yang mampu mengidentifikasi mayat anak-anak mereka.
Berdasarkan hukum humaniter internasional, mereka yang tewas selama konflik bersenjata harus ditangani dengan bermartabat dan dikelola dengan baik. Undang-undang mengharuskan agar mereka dicari, dikumpulkan, dan dievakuasi untuk membantu memastikan tidak ada orang hilang.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








