Kelompok peneliti “Forensic Architecture”, yang mengkhususkan diri pada kekerasan negara, mengatakan mereka telah menemukan bukti bahwa pengacara Israel memberikan deskripsi yang menyesatkan ke Mahkamah Internasional (ICJ).
Klaim yang dibuat oleh kelompok tersebut dirinci dalam sebuah utas di media sosial X, mencakup klaim Israel yang tidak akurat bahwa pejuang Palestina beroperasi di rumah sakit dan bangunan sipil lainnya. Forensic Architecture mengatakan bahwa Israel mengklaim infrastruktur sipil sebagai basis pejuang Palestina digunakan untuk membenarkan penargetan militer terhadap tempat tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 49 negara dan tiga organisasi Internasional telah melaksanakan dengar pendapat pada Senin lalu di Den Haag, menyusul permintaan Majelis Umum PBB untuk memberikan pendapat penasihat mengenai konsekuensi hukum yang timbul dari strategi dan penjajahan Israel di Palestina, termasuk di Yerusalem Timur (Al-Quds).
Afrika Selatan membawa kasus genosida Israel terhadap Gaza ke ICJ pada akhir Desember dan meminta tindakan darurat untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza, yang menyebabkan hampir 30.000 warga Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober.
Pengadilan tersebut, pada bulan Januari, memerintahkan Israel untuk mengambil semua tindakan yang ditujukan untuk mencegah tindakan genosida di Gaza namun gagal dalam memerintahkan gencatan senjata.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net
https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








