Alih-alih memperbolehkan bantuan masuk melalui darat, pemimpin dunia terus mengirim metode alternatif yang kurang efektif seperti melalui laut dan udara.
Dua puluh lima organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan yang beroperasi di lapangan di Gaza telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza adalah dengan memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan masuk melalui semua perlintasan darat.
“Negara-negara tidak bisa bersembunyi di balik serbuan bantuan dari udara dan upaya untuk membuka koridor maritim untuk menciptakan ilusi bahwa mereka sudah cukup melakukan sesuatu untuk mendukung kebutuhan di Gaza. Tanggung jawab utama mereka adalah mencegah kejahatan keji terjadi dan memberlakukan tekanan politik yang efektif untuk mengakhiri serangan bom yang tak kenal henti dan pembatasan yang mencegah pengiriman aman bantuan kemanusiaan,” kata mereka.
Kelompok tersebut, yang termasuk Amnesty International, Oxfam, Dokter Tanpa Batas (Medecins Sans Frontieres, atau MSF), dan Bantuan Medis untuk Palestina (MAP), mengatakan bahwa lima konvoi truk yang masuk memiliki kapasitas untuk membawa sekitar 100 ton bantuan penyelamatan jiwa. Sebaliknya, serbuan udara baru-baru ini hanya memberikan beberapa ton bantuan setiap kali diturunkan.
“Setelah menanggung lima bulan serangan terus-menerus dan kondisi yang menghina martabat, anak-anak, perempuan, dan masyarakat di Gaza, mereka memiliki hak untuk lebih dari sekadar belas kasihan yang dijatuhkan dari langit,” kata para kelompok tersebut.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








