Dalam 24 jam terakhir, dua warga Gaza kembali meninggal dunia akibat kelaparan dan kekurangan gizi parah di tengah blokade Israel yang terus berlanjut. Dua korban yang teridentifikasi adalah pemuda Gaza bernama Karim Khaled Al-Jammal dan Adel Fawzi Madi.
Al-Jammal mengalami kelumpuhan dan kelemahan otot, serta membutuhkan suplemen diet khusus yang sudah tak tersedia selama berbulan-bulan akibat blokade. Madi juga meninggal karena kelaparan di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis. Keluarga dan tenaga medis mengonfirmasi bahwa keduanya tidak mendapatkan perawatan dan nutrisi yang layak karena blokade ketat Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun dan semakin diperketat sejak 2 Maret 2025, ketika semua jalur bantuan ditutup total.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, total korban meninggal akibat kelaparan sejak Oktober 2023 kini mencapai 159 orang, termasuk 90 anak-anak, yang merupakan kelompok paling rentan. Tubuh mereka tinggal tulang berbalut kulit, dan kasus pingsan akibat lapar terus meningkat di seluruh wilayah Gaza.
“Setiap angka adalah sebuah nama. Setiap anak adalah sebuah mimpi. Mereka yang syahid hanya membutuhkan makanan, susu, atau sedikit perawatan,” kata Muneer Alboursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza. Ia menegaskan bahwa para korban “tidak meninggal secara tiba-tiba, tetapi layu sedikit demi sedikit di bawah blokade yang menolak makanan dan obat-obatan, di tengah diamnya dunia yang menyamakan pelaku kejahatan dengan korban.”
Laporan PBB dan IPC (Integrated Food Security Phase Classification) telah menyatakan bahwa hampir seluruh populasi Gaza kini menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang ekstrem. IPC menegaskan ada bukti nyata bahwa kelaparan, malnutrisi, dan penyakit telah menyebabkan lonjakan kematian akibat kelaparan di Gaza.
Sementara itu, kelompok HAM Israel seperti B’Tselem dan Physicians for Human Rights-Israel (PHR-I) menilai pemerintah Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Mereka menyoroti penghancuran sistem kesehatan dan kehidupan sipil Palestina secara sistematis.
Israel saat ini juga tengah menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), serta surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Sumber:
https://www.#/20250731-haaretz-israel-threatens-to-halt-aid-airdrops-if-gaza-destruction-is-revealed-to-world/
Two young men die from malnutrition amid Israel’s starvation war in Gaza








