Kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang menjadi penyebab utama terjadinya stunting. Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah rentang usia atau standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Dr. Ns. H. Basra, S.Kep., M.Kes.
“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak,” kata Basra menanggapi pemicu terjadinya stunting pada anak, Ahad (27/11/2022). “Perlu ditegaskan anak pendek belum tentu stunting, tetapi anak stunting sudah tentu pendek, hal ini bisa terjadi karena memang anak tersebut pendek karena genetis, tapi tidak stunting,” katanya.
Bukan hanya tinggi badan yang terhambat, lanjutnya, tetapi pertumbuhan otak juga tidak akan berkembang. Akibatnya, anak akan sulit belajar dan sulit konsentrasi. “Kalau sudah mengalami stunting, yang bisa dilakukan hanyalah memperbaiki gizi agar dampaknya tidak semakin parah,” ucapnya.
Dia menambahkan, kasus stunting dapat terjadi akibat anak tersebut sulit mendapatkan akses terhadap gizi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penyebabnya karena faktor ekonomi orang tua atau kurangnya pengetahuan keluarga terkait pola asuh dan pola makan yang baik. “Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga yang kurang mampu. Banyak keluarga yang berada tetapi anaknya stunting. Ini menggambarkan stunting bukan hanya masalah ekonomi, tetapi terkait pola asuh dan pola makan yang salah,” kata Basra.
Saat ini angka prevalensi Stunting Sidrap berdasarkan data SSGI tahun 2021 sebesar 25,4 persen. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas toleransi stunting suatu negara hanya 20 persen. Terkait penanganan stunting di Kabupaten Sidrap, Basra menuturkan telah mengembangkan inovasi “Sahabat Stunting” atau “Saya Hadir Buat Stunting”.
Program “Sahabat Stunting” merupakan program pendampingan dengan sasaran ibu hamil, ibu nifas, anak balita, dan remaja putri melalui pemberian edukasi dan pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting. Melalui program Sahabat Stunting ini, Dinkes akan memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, deteksi dini risiko stunting, pelayanan rujukan perawatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sumber:
https://kalteng.antaranews.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








