Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), pada hari Jumat, menggambarkan situasi di Gaza sebagai “bencana” karena kekurangan bahan bakar akan membuat rumah sakit menjadi kuburan, Anadolu Agency melaporkan.
“Situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk mengingat 12 rumah sakit dan 32 pusat kesehatan tidak dapat berfungsi karena pengeboman dan kekurangan bahan bakar,” Mey Sayegh, Kepala Komunikasi IFRC, mengatakan kepada Anadolu. Ia menambahkan, jumlah bantuan yang masuk ke Gaza sejak akhir pekan lalu, ketika Israel mulai mengirimkan sedikit truk bantuan, bahkan tidak memenuhi 4 persen kebutuhan masyarakat Gaza.
Gaza sudah tidak mempunyai air minum dan listrik selama tiga minggu. Warga Palestina masing-masing hanya mendapat rata-rata satu hingga tiga liter air per hari. Jumlah ini sangat jauh dari rata-rata yang dinyatakan PBB sebesar 15 liter per hari untuk setiap orang pada saat terjadi bencana. Sayegh juga memperingatkan bahwa kekurangan bahan bakar di Gaza akan memengaruhi keamanan air bagi masyarakat, menyebabkan penyakit dan epidemi, serta akan memengaruhi operasi kemanusiaan di Gaza.
“Kami, sebagai IFRC, yang terdiri dari 191 perkumpulan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia, sejak awal agresi telah mengimbau perlunya mengizinkan bahan bakar masuk ke Gaza,” kata pejabat IFRC. Sayegh juga menyerukan perlindungan warga sipil yang memberikan bantuan kemanusiaan, karena ia mengatakan empat staf dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina telah terbunuh saat bertugas.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








