Penduduk di Jalur Gaza tengah menghadapi meningkatnya ancaman penyakit yang ditularkan melalui air di tengah kekurangan pasokan air bersih, Badan Pengungsi Palestina PBB memperingatkan pada Senin (16/10).
Juliette Touma, juru bicara Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan bahwa “sebagian besar” warga Gaza kekurangan pasokan air bersih meskipun Israel mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan aliran air ke bagian selatan wilayah pesisir tersebut.
“Kita berbicara tentang 2 juta orang di Jalur Gaza yang tidak mempunyai air, dan air hampir habis. Air adalah kehidupan, dan kehidupan semakin berkurang di Gaza,” katanya. “Kami sangat prihatin dengan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air karena kami tahu bahwa masyarakat beralih ke sumber air kotor, termasuk air dari sumur,” dia menambahkan.
Touma mengatakan bahwa UNRWA belum dapat memastikan kapan dibukanya kembali aliran air dari Israel, tetapi UNRWA menekankan bahwa dimulainya kembali aliran air bersih memerlukan bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan pompa yang memasok air ke seluruh Wilayah Palestina, serta untuk menjalankan sebuah pabrik desalinasi yang didukung oleh UNICEF.
Gaza mengalami krisis kemanusiaan yang mengerikan, dan tidak ada listrik, sementara air, makanan, bahan bakar, dan pasokan medis hampir habis ketika warga sipil melarikan diri ke selatan menyusul peringatan Israel untuk segera meninggalkan wilayah utara.
Israel sebelumnya memerintahkan “blokade penuh” terhadap Gaza sebagai pembalasan atas peristiwa pada tanggal 7 Oktober yang mencakup rentetan peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan peningkatan kekerasan pemukim Yahudi terhadap penduduk Palestina.
Selain blokade tersebut, militer Israel melancarkan Operasi Pedang Besi, dengan serangan yang menewaskan lebih dari 2.750 orang, termasuk 750 anak-anak, di Gaza. Touma mengatakan bahwa persediaan UNRWA semakin menipis, dan mengatakan bahwa tempat penampungan yang dioperasikan oleh UNRWA menghadapi kepadatan yang berlebihan, dan kurangnya layanan sanitasi yang memadai. Di beberapa fasilitas, ratusan orang berbagi satu toilet.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








