Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) telah menerbitkan sebuah laporan yang mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang perampasan paksa wilayah Palestina oleh pemukim ilegal Israel. Kejahatan tersebut telah mengakibatkan 500 warga Palestina dari tujuh komunitas yang berbeda terusir dari rumah dan desa mereka.
“Ada komunitas Palestina yang sampai dihapus dari peta. Ini merupakan ‘budaya’ memalukan berupa kekerasan, intimidasi, dan pelecehan yang tak henti-hentinya dilakukan oleh pemukim Israel. Dalam beberapa kasus, kejahatan tersebut bahkan mendapat dukungan dari otoritas Israel,” kata Ana Povrzenic, Direktur Negara NRC untuk Palestina.
“Pendirian cepat pos-pos permukiman dan pengambilalihan tanah Palestina telah mencekik komunitas Palestina. Ini menghancurkan mata pencaharian mereka dan membahayakan nyawa warga Palestina. Warga Palestina tidak punya pilihan selain melarikan diri, meninggalkan rumah, sekolah, dan pekerjaan mereka,” tambahnya.
Laporan NRC menyoroti pemindahan paksa belasan keluarga Palestina yang berjumlah 89 orang, termasuk 39 anak-anak, dari Desa Ras at-Tin, yang berbasis di sebelah timur Ramallah. Padang tempat warga biasa menggembalakan hewan-hewan ternak juga direbut oleh pemukim Israel, yang membangun kebun anggur di tanah curian di dekat pangkalan militer Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








