Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 499 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari sampai Agustus 2023. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah kasus karhutla tahun ini lebih cepat dan banyak dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Dia menyebut sejak 2020 hingga 2022, jumlah kejadian karhutla selalu di bawah 300. Namun, saat ini jumlah kejadian karhutla sudah tembus lebih dari 300, padahal baru delapan bulan berjalan.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mencatat jumlah titik panas atau hot spot di Indonesia telah mencapai 3.788 titik per 5 September 2023. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, jumlah itu mengalami peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat bila dibandingkan dengan data tahun lalu yang hanya terdapat 979 titik panas.
“Saya selalu deg-degan di antara tanggal 6 September sampai 16 September. Pengalaman selama delapan tahun, itu adalah tanggal puncak,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu.
KLHK melaporkan ada 10 provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan, yaitu Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua. Sejak 1 Januari 2023 hingga 5 September 2023, jumlah titik panas di 10 provinsi rawan tersebut telah mencapai 2.608 titik panas. Angka itu meningkat lima kali lipat dari tahun lalu yang hanya berjumlah 441 titik panas.
Pasalnya, El Nino pada tahun ini masih dalam kategori rendah sampai moderat. Namun, jumlah kejadian karhutlanya nyaris mencapai 500 pada semester pertama tahun 2023. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan memprediksi fenomena El Nino yang terjadi saat ini berlangsung hingga pertengahan tahun depan. El Nino membuat musim kemarau menjadi lebih panjang. Puncak El Nino berlangsung mulai Desember 2023 hingga Februari 2024 sehingga berpotensi membuat musim hujan yang seharusnya datang menjadi gagal.
Abdul Muhari mengimbau pemerintah, masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan untuk lebih giat menjaga dan mengantisipasi hutan dan lahan gambut dari ancaman kebakaran. Adapun secara keseluruhan, menurut catatan BNPB, total jumlah kejadian bencana dari Januari hingga Agustus mencapai 2.742 kejadian. Selain 499 kasus karhutla, ada 853 kejadian banjir, 836 cuaca ekstrem, dan tanah longsor 442 kejadian.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








