• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kamar Mayat di Rumah Sakit Terbesar di Gaza Penuh Sesak

by Adara Relief International
Oktober 13, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kamar Mayat di Rumah Sakit Terbesar di Gaza Penuh Sesak
43
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kamar mayat di rumah sakit terbesar di Gaza pada Kamis (12/10) meluap karena jenazah datang lebih cepat daripada yang bisa diterima pada hari keenam pengeboman udara besar-besaran Israel di wilayah berpenduduk 2,3 juta orang itu. Dengan banyaknya warga Palestina yang terbunuh setiap harinya, petugas medis di daerah kantong yang diblokade itu mengatakan mereka kehabisan tempat untuk menampung korban serangan terakhir atau yang diambil dari reruntuhan bangunan yang hancur.

Kamar mayat di rumah sakit Shifa di Kota Gaza hanya mampu menampung sekitar 30 jenazah dalam satu waktu, dan para pekerja harus menumpuk tiga jenazah di luar ruang pendingin dan meletakkan puluhan jenazah lagi, secara berdampingan, di tempat parkir. Ada yang ditaruh di tenda, ada pula yang tergeletak di halaman rumah sakit, di bawah sinar matahari.

“Kantong jenazah mulai berdatangan dan terus berdatangan, dan sekarang menjadi kuburan,” kata Abu Elias Shobaki, perawat di RS al-Shifa, tentang tempat parkir. “Saya lelah secara emosional dan fisik. Saya hanya harus menahan diri untuk tidak memikirkan betapa buruknya keadaan yang akan terjadi.”

Hampir seminggu setelah kelompok pejuang Palestina melintasi pagar pemisah Israel yang dijaga ketat, Israel sedang mempersiapkan kemungkinan invasi darat ke Gaza untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Serangan darat kemungkinan akan meningkatkan jumlah korban jiwa warga Palestina, yang telah melampaui empat perang berdarah terakhir antara Israel dan kelompok pejuang Palestina.

Banyaknya sisa-sisa jasad telah mendorong sistem rumah sakit mencapai batas kemampuannya di wilayah yang telah lama diblokade ini. Rumah sakit di Gaza sudah kekurangan pasokan pada saat ‘normal’, tetapi kini Israel telah menghentikan aliran air dari perusahaan air nasionalnya dan memblokir aliran listrik, makanan, dan bahan bakar ke wilayah kantong pesisir tersebut. “Kami berada dalam situasi kritis,” kata Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza. “Ambulans tidak bisa menjangkau korban luka, korban luka tidak bisa mendapatkan perawatan intensif, korban meninggal tidak bisa dibawa ke kamar mayat.”

Serangan Israel di Gaza telah meratakan seluruh lingkungan, menewaskan lebih dari 1.400 orang, lebih dari 60% di antaranya adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Adapun lebih dari 340.000 orang mengungsi – 15% dari populasi Gaza. Serangan udara Israel pada Kamis (12/10) menghantam pusat kamp pengungsi Jabaliya, menewaskan puluhan orang – termasuk 45 anggota keluarga besar, kata Kementerian Dalam Negeri Gaza. Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang infrastruktur kelompok pejuang Palestina dan bertujuan untuk menghindari korban sipil tetapi hal ini dibantah oleh warga Palestina. 

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Jumlah korban tewas dan lebih dari 6.000 orang terluka telah membuat fasilitas layanan kesehatan di Gaza kewalahan karena persediaan yang semakin berkurang. “Para pasien sekarang berada di jalanan. Yang terluka ada di jalanan. Kami tidak dapat menemukan tempat tidur untuk mereka.” kata Mohammad Abu Selim, Direktur Umum RS al-Shifa.  Dengan terbatasnya sumber daya, klinik kekurangan staf dan ambulans membutuhkan waktu berjam-jam untuk membawa korban ke perawatan medis karena serangan udara telah merusak jalan-jalan, beberapa orang mengatakan perjalanan tersebut tidak sepadan.

“Kami tahu bahwa jika kasusnya kritis, mereka tidak akan bisa bertahan,” kata Khalil Abu Yehiya (28 tahun), seorang guru yang rumah tetangganya dibom dalam serangan udara di kamp pengungsi Jabaliya pada hari Kamis (13/10).

Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza kehabisan bahan bakar pada Rabu (11/10). Rumah Sakit Shifa dan rumah sakit lain berusaha mati-matian untuk menghemat bahan bakar diesel yang tersisa di generator cadangan mereka, mematikan lampu di semua departemen rumah sakit kecuali yang paling penting – perawatan intensif, ruang operasi, stasiun oksigen.

Abu Selima, mengatakan bahan bakar rumah sakit terakhir akan habis dalam tiga atau empat hari. Ketika hal ini terjadi, “bencana akan terjadi dalam waktu lima menit,” kata Naser Bolbol, kepala departemen neonatal di rumah sakit tersebut, mengutip semua peralatan oksigen yang menjaga bayi tetap hidup. Otoritas rumah sakit mengatakan tidak akan ada lagi listrik yang tersisa untuk mendinginkan korban meninggal.




Kamar Mayat di Rumah Sakit Terbesar di Gaza Penuh Sesak






Sumber:

https://apnews.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: GazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pasukan Israel Bunuh ibu Palestina di utara Ramallah dan Serang Anak Kecil di Dekat Hebron

Next Post

50 tahun Perang Yom Kippur

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
50 tahun Perang Yom Kippur

50 tahun Perang Yom Kippur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630