Organisasi Pembebasan Palestina di Lebanon utara meminta Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) untuk menanggapi tuntutan para pengungsi Palestina dari Kamp Nahr Al-Bared dan Beddawi. Termasuk dalam tuntutan tersebut, yaitu menyelesaikan pembangunan kembali kamp pengungsian dan menyetujui bantuan keuangan.
PLO meminta UNRWA untuk menyelesaikan rekonstruksi Kamp Nahr al-Bared dalam rangka “mengatasi masalah yang berkaitan dengan rekonstruksi di blok 45 dan sisa blok pengungsian lainnya, juga untuk menyelesaikan proyek arkeologis [di situs tersebut].” Mereka juga menekankan perlunya untuk “segera mulai mendistribusikan bantuan berkala kepada keluarga pengungsi sebelum Idul Adha dan segera mengatasi hambatan terkait proyek keuangan.” Sehubungan dengan “kamp baru”, PLO juga menyerukan penyelesaian proyek yang dilaksanakan dengan bantuan dari “Dana Pembangunan Kuwait” di lingkungan baru kamp tersebut, dan untuk memulai pelaksanaan rekonstruksi bangunan yang dihancurkan.
Di Kamp Beddawi, yang menampung sejumlah besar pengungsi dari Kamp Nahr Al-Bared sejak dihancurkan dalam operasi militer pada 2007, faksi-faksi meminta UNRWA mengembalikan hibah Jerman untuk meningkatkan pembangunan kamp. Direktur Jenderal Badan di Lebanon, Dorothy Klaus, menyerukan untuk memberi bantuan sebesar 5 juta dolar yang disetujui pada Konferensi Wina untuk meningkatkan pembangunan Kamp Beddawi yang menjadi “tuan rumah” para pengungsi dari Kamp Al-Bared yang terusir sejak 2007.
Para pengungsi di Kamp Nahr al-Bared, khususnya “kamp baru”, telah terlibat dalam gerakan protes sejak 5 Mei, menuntut percepatan pembangunan kembali rumah mereka dan kenaikan bantuan uang.
Kamp Nahr Al-Bared untuk pengungsi Palestina terletak di daerah Tripoli di Lebanon utara, dan menampung sekitar 40.000 orang. Jumlah seluruh pengungsi Palestina di Lebanon diperkirakan berjumlah sekitar 200.000 orang, menurut perkiraan PBB, yang sebagian besar tersebar di 12 kamp dan daerah permukiman lainnya di negara tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








