Pengadilan Israel telah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada seorang perempuan relawan Palestina yang mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak di Gaza.
Pengadilan Israel menuduh Aya Khatib (33) memberikan “informasi dengan tujuan merusak keamanan negara”. Mereka juga mengatakan bahwa Aya mentransfer uang ke gerakan Palestina yang menguasai wilayah Gaza yang diblokade.
Khatib, yang berasal dari Kota Ar’arat an-Naqab di wilayah Negev, membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa ia bekerja di ranah kemanusiaan dan bertujuan untuk membantu anak-anak Palestina yang menderita masalah medis.
Khatib mengatakan bahwa dia menggunakan Facebook untuk meluncurkan kampanye penggalangan dana. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membayar biaya medis untuk perawatan anak-anak, terutama yang tidak dapat mengakses perawatan di Gaza. Selain itu, dana juga digunakan untuk membantu mahasiswa yang kurang beruntung di Tepi Barat.
“Mereka [pengadilan Israel] tidak akan dapat mengalahkan atau menghancurkan kami. Mereka tidak akan dapat mengubah sedikit pun prinsip kami,” kata Khatib kepada media lokal setelah vonisnya keluar pada Selasa (15/8).
Khatib adalah seorang ibu dari dua orang anak. Ia ditangkap pada Februari 2020 dan diinterogasi oleh petugas intelijen Israel sebelum dakwaan diajukan terhadapnya. Kasus tersebut kemudian dirujuk ke Pengadilan Pusat di Haifa, tempat dia ditahan selama tiga tahun sebelum hukumannya dijatuhkan.
Pengacaranya, Mahmoud Hassan, mengatakan bahwa putusan itu “tidak adil” dan dia akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Dia mengatakan bahwa Khatib adalah seorang aktivis terkenal yang telah berpartisipasi dalam banyak acara sosial dan politik untuk mendukung perjuangan Palestina. Dia juga mengatakan bahwa bukti yang memberatkannya didasarkan pada “materi rahasia” yang tidak diungkapkan kepada pembela.
Kasus Khatib telah menarik perhatian dari kelompok hak asasi manusia dan aktivis yang menyatakan solidaritas dengannya dan menyerukan pembebasannya. Mereka juga mengkritik blokade Israel di Gaza yang telah berlangsung sejak 2007 dan sangat membatasi masuknya barang dan orang untuk keluar-masuk dari wilayah tersebut. Blokade juga telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Gaza, mengakibatkan kekurangan obat-obatan dan peralatan medis, pemadaman listrik besar-besaran, dan menyebabkan kekurangan air.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








