Tentara Israel memberlakukan penutupan Kota Jenin di Tepi Barat pada Kamis pagi (24/11), mencegah pergerakan barang dan komoditas “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, lapor Wafa. Sumber keamanan Palestina telah dikutip mengatakan bahwa tentara pendudukan menutup pos pemeriksaan militer Al-Jalama dan Salem yang mengarah ke Jenin di kedua arah. Sumber tersebut menyatakan bahwa pergerakan barang dan komoditas diblokir; pekerja tidak diizinkan keluar dari Jenin ke wilayah “Israel”; dan tidak ada jalan masuk ke kota yang diizinkan.
Penutupan itu mencerminkan ketegangan yang disaksikan di Jenin dalam beberapa jam terakhir, terutama sejak orang-orang bersenjata Palestina menahan jenazah seorang pemuda Israel dua hari lalu setelah dia tewas dalam kecelakaan lalu lintas, dengan anggapan bahwa dia adalah seorang prajurit tentara Israel. Outlet media Israel mengonfirmasi bahwa jenazah pemuda itu telah diserahkan kepada Administrasi Sipil Israel setelah pembicaraan dilakukan oleh Otoritas Palestina dan dimediasi oleh PBB.
Sebelumnya, stasiun radio resmi Palestina melaporkan bahwa orang-orang bersenjata Palestina menahan jenazah pemuda itu di kamp pengungsi Jenin, menuntut “pembebasan jenazah para martir” yang ditahan oleh Israel. Sementara itu, pemogokan terjadi di Nablus dan daerah sekitarnya di Tepi Barat utara pada Kamis, sebagai tanda berkabung untuk tiga orang Palestina yang menjadi martir oleh Israel sehari sebelumnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








