Tentara Israel terus memberlakukan penutupan di sekitar Huwwara, Tepi Barat utara pada Senin (27/3) dalam tindakan yang digambarkan orang Palestina sebagai hukuman kolektif. Jalan masuk dan keluar dari Nablus dan Huwwara diblokir, toko-toko diperintahkan untuk ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan itu diberlakukan pada Sabtu malam setelah terjadinya penembakan oleh warga Palestina yang melukai dua tentara Israel.
Penutupan telah membuat Ramadan tahun ini menjadi yang terburuk. Beberapa pemilik toko yang mencoba untuk membuka kembali toko mereka, dipaksa tutup dan dibubarkan oleh tentara Israel dengan menggunakan gas air mata dan granat kejut. Video yang dipublikasikan di media lokal menunjukkan puluhan warga Palestina yang menuju ke Huwwara terjebak dalam antrean panjang di pos pemeriksaan Israel pada malam hari, memaksa banyak orang untuk berbuka puasa di dalam kendaraan mereka.
Ghaleb Odeh, seorang pemilik restoran cepat saji, mengatakan bahwa tokonya telah ditutup oleh tentara Israel selama total 12 hari pada bulan Maret saja. “Sehari sebelum kemarin saya menyiapkan 200-300 kilogram daging dan ayam untuk dijual, bersama dengan ratusan kotak salad yang berbeda, tetapi ketika keputusan militer Israel dikeluarkan untuk menutup toko-toko, saya harus menghancurkan produk saya dan menanggung kerugian finansial yang besar,” kata Odeh kepada MEE. Menurutnya, ini adalah masa “tersulit” yang dialaminya di Huwwara sejak ia membuka tokonya pada 1995. Bahkan ketika restoran buka, tambahnya, serangan pemukim yang terus menerus di kota membuat toko-toko menderita kerugian besar karena pergerakan kendaraan hampir lumpuh total.
Huwwara telah berulang kali menjadi tempat kekerasan pemukim dalam beberapa bulan terakhir. Kota yang berlokasi strategis di tengah desa di selatan Nablus, adalah rumah bagi 7.000 warga Palestina dan dikelilingi oleh permukiman Israel. Bulan lalu, desa itu menjadi pusat amukan pemukim Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah ratusan pemukim Israel, yang didukung oleh tentara, menyerang kota. Seorang warga Palestina tewas dan hampir 400 terluka dalam serangan itu. Hampir 700.000 pemukim tinggal di lebih dari 250 permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang melanggar hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








