Israel memutuskan untuk tetap menutup Perlintasan Rafah dan mencegah masuknya Komite Administrasi Gaza, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Keputusan ini muncul di tengah ketegangan antara Israel dan Washington terkait susunan dewan eksekutif serta peran Qatar dan Turki dalam proses rekonstruksi Gaza.
Menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Senin, keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas kabinet keamanan dan politik Israel yang digelar pada Minggu malam dan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Akibat hambatan langsung dari Israel, hingga kini belum ditetapkan tanggal pasti dimulainya kerja komite administrasi tersebut.
Seorang pejabat senior Israel menyatakan bahwa pelibatan perwakilan Qatar dan Turki dalam dewan yang mengawasi rekonstruksi Gaza tidak termasuk dalam kesepahaman awal antara Israel dan Amerika Serikat. Ia juga menambahkan bahwa kewenangan serta peran konkret badan baru tersebut masih belum jelas.
Pejabat tersebut kembali menegaskan bahwa keterlibatan Qatar dan Turki bertentangan dengan keinginan Netanyahu. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “pembalasan” dari Jared Kushner dan Steve Witkoff atas sikap Netanyahu yang bersikeras menutup Perlintasan Rafah sebelum pemulangan jenazah sandera Israel terakhir yang ditahan di Jalur Gaza.
Sumber:
MEMO, Anadolu Agency
![ruk-truk bantuan yang bermuatan pasokan kemanusiaan masih terhenti di Pos Perbatasan Rafah di sisi Mesir karena serangan Israel dan penutupan perbatasan, pengiriman bantuan terbatas dan tertunda di Rafah, Mesir pada 6 Agustus 2025. [Mohamed Elshahed – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20250806-38760765-38760738-HUMANITARIAN_AID_TRUCKS_AWAIT_BORDER_CROSSING_IN_RAFAH-1-750x375.webp)
![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan saat serangan Israel terus berlanjut, sementara warga Palestina kekurangan kebutuhan pokok, di tenda-tenda darurat yang didirikan di dekat rumah mereka yang hancur selama cuaca dingin pada 18 Januari 2026, di Jabalia, Jalur Gaza. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260118-40290650-40290631-ISRAELI_ATTACKS_CONTINUE_IN_GAZA_STRIP-scaled-e1768940934674-360x180.webp)





![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan saat serangan Israel terus berlanjut, sementara warga Palestina kekurangan kebutuhan pokok, di tenda-tenda darurat yang didirikan di dekat rumah mereka yang hancur selama cuaca dingin pada 18 Januari 2026, di Jabalia, Jalur Gaza. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260118-40290650-40290631-ISRAELI_ATTACKS_CONTINUE_IN_GAZA_STRIP-scaled-e1768940934674-75x75.webp)
