Seorang petugas medis Palestina memperingatkan tentang “bencana lingkungan” di Gaza utara di tengah serangan mematikan yang dilancarkan Israel. Mohammad Abu Afsh, Kepala Organisasi Bantuan Medis berbasis di Gaza, mengungkapkan bahwa mayat-mayat menumpuk di jalan-jalan tanpa bisa dijangkau. Bahkan, anjing dan kucing liar mulai melahap tubuh-tubuh tersebut yang menunjukkan potensi bencana lingkungan yang serius.
Sejak 5 Oktober, serangan intensif Israel di Gaza utara terus berlangsung. Israel mengklaim langkah ini untuk mencegah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, berkumpul kembali. Namun, banyak pihak menilai serangan ini bertujuan untuk menduduki wilayah tersebut dan menggusur paksa penduduknya. Hingga kini, hampir tidak ada bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, yang diizinkan masuk, meninggalkan penduduk yang tersisa di ambang kelaparan. Otoritas kesehatan Palestina mencatat hampir 4.000 korban jiwa di Gaza utara.
Kelompok Hak Asasi Manusia Euro-Med menuding pasukan pendudukan Israel secara sengaja menargetkan sistem kesehatan di Gaza utara, termasuk membunuh tim medis dan melarang akses perawatan yang menyelamatkan nyawa. Salah satu kasus tragis terbaru adalah pembunuhan Dr. Saeed Jouda, dokter ortopedi terakhir di wilayah tersebut. Ia terbunuh akibat serangan drone quadcopter dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebelumnya, paramedis Ali Al-Qara juga dibunuh di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, fasilitas medis yang telah menjadi target serangan lebih dari 20 kali dalam sepuluh hari terakhir. Sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023, lebih dari 1.057 staf medis Palestina telah terbunuh, menurut laporan Euro-Med.
Genosida di Gaza yang telah merenggut lebih dari 44.900 nyawa, mayoritas perempuan dan anak-anak, menuai kecaman internasional. Serangan ini dinilai sebagai upaya untuk menghancurkan populasi Palestina. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara Israel menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional.
Dengan semakin sedikitnya tenaga medis, sementara ancaman bencana lingkungan semakin nyata akibat mayat-mayat yang tidak terkubur, situasi di Gaza utara menjadi simbol dari kehancuran sistematis yang dialami wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








