Tentara Israel pada Senin (5/8) memutuskan untuk tidak membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Al-Jazeera Shireen Abu Akleh (51), meskipun hasil investigasi militer Israel menunjukkan bahwa Abu Akleh terkena tembakan Israel ketika dia sedang meliput serangan militer di kota Jenin, Tepi Barat pada 11 Mei. “Ada kemungkinan besar bahwa Shireen secara tidak sengaja terkena tembakan IDF [tentara Israel],” kata laporan militer.
Laporan tersebut mengklaim bahwa Abu Akleh bisa saja tertembak oleh tembakan Palestina meskipun semua investigasi independen atas penembakan tersebut telah sepenuhnya menghilangkan klaim ini. Tentara Israel mengatakan bahwa Penuntut Militer memutuskan untuk tidak membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan Abu Akleh karena tidak ada kecurigaan pelanggaran pidana yang akan membenarkan pembukaan penyelidikan polisi militer.
Pada 11 Mei, saat meliput serangan tentara Israel di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat utara, Abu Akleh, seorang perempuan jurnalis Palestina-Amerika dari Al-Quds (Yerusalem), yang bekerja untuk Al-Jazeera selama lebih dari 25 tahun, dibunuh oleh peluru penembak jitu Israel yang mengenai kepalanya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







