Pemerintah Israel mengeluarkan penawaran untuk membangun hampir 1.000 unit permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, menurut kelompok pemantau Peace Now.
Peace Now melaporkan bahwa proyek ini mencakup pembangunan 974 unit rumah baru di permukiman Efrat, yang terletak di selatan Bethlehem. Organisasi ini memperingatkan bahwa ekspansi ini akan semakin membatasi pertumbuhan Kota Bethlehem dan mengancam kelangsungan solusi dua negara. Jika Israel menganeksasi wilayah ini, seluruh bagian selatan Tepi Barat akan terputus.
“Ketika masyarakat Israel menantikan pembebasan sandera dan diakhirinya genosida, pemerintahan Netanyahu justru mempercepat pembangunan permukiman ilegal, yang akan menghancurkan peluang perdamaian dan kompromi,” kata Peace Now dalam pernyataannya.
Berdasarkan hukum internasional, komunitas internasional, termasuk PBB, menganggap ilegal semua permukiman Israel di wilayah pendudukan. PBB telah berulang kali memperingatkan bahwa ekspansi permukiman terus-menerus akan mengancam kelangsungan solusi dua negara. Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan agar semua permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) segera dibongkar.
Sejak pemerintahan Netanyahu berkuasa pada Desember 2022, pembangunan permukiman di wilayah pendudukan meningkat pesat. Saat ini, lebih dari 800.000 pemukim Israel tinggal di lebih dari 170 permukiman dan ratusan pos-pos ilegal di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








