Wakil Direktur Jenderal Wakaf Islam di kota Al-Quds (Yerusalem), Sheikh Najeh Bakirat, mengatakan bahwa itikaf di Masjid Al-Aqsa saat ini merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim untuk menghadapi bahaya pelecehan dan Yahudinisasi di dalamnya. Sheikh Bakirat mengatakan bahwa itikaf tidak dibatasi hanya pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Beliau menambahkan bahwa pasukan pendudukan dan para pemukimnya tidak pernah berhenti menodai Masjid Al-Aqsa, bahkan di hari-hari yang penuh berkah dan bulan suci, yakni ketika keberkahan Baitul Maqdis bergabung dengan keberkahan bulan suci Ramadhan.
Sheikh Bakirat menjelaskan, ini merupakan ajakan kepada setiap orang yang bisa hadir di Masjid Al-Aqsa. Para aktivis juga telah meluncurkan kampanye untuk mengintensifkan kehadiran jamaah di Masjid di Al-Aqsa demi menggagalkan rencana para pemukim dan niat mereka untuk menodai masjid dan menyembelih kurban di dalamnya.
Ribuan jamaah Palestina terlihat hadir melakukan salat subuh berjamaah pada tujuh belas Ramadan di Masjid Al-Aqsa. Pada malam harinya, lebih dari 30.000 jamaah melakukan salat Magrib dan Tarawih di masjid, meskipun ada pembatasan dari otoritas pendudukan, dan bertepatan dengan penangkapan terhadap sejumlah warga Palestina di Al-Quds.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








