Seorang anak Palestina terluka di kakinya dalam serangan oleh pemukim Israel yang mendapat perlindungan tentara pada Sabtu (18/2). Koresponden WAFA mengatakan sejumlah pemukim Israel bersenjata mengamuk menyerang rumah dan kendaraan warga Palestina di Jalan Shuhada di Kota Tua Hebron (al-Khalil), melukai seorang anak Palestina, Emran Jaber, dengan batu. Akibatnya, anak itu dirawat di rumah sakit.
Para pemukim yang mengamuk juga menyerang dan merusak beberapa kendaraan yang diparkir sebelum pasukan tentara Israel tiba di lokasi untuk mengamankan jalan. Konfrontasi meletus antara pasukan pendudukan Israel dan penduduk lokal Palestina setelah serangan itu. Para pemukim fanatik Israel juga meneriakkan kata-kata kotor kepada warga Palestina ketika mereka melewati pos pemeriksaan militer Israel di Jalan Shuhada di Kota Tua Hebron, mengancam mereka dengan pemindahan paksa dan lebih banyak serangan.
Pada malam harinya, pemukim ekstremis Israel menyerang sebuah masjid di Kota Tua Hebron, selatan Tepi Barat, melemparkan batu ke masjid dan menghancurkan jendelanya. Nidal Jabari, seorang pejabat Wakaf Islam di Hebron, mengatakan kepada WAFA bahwa sekelompok pemukim dari pos Abraham Avenu, yang dibangun secara ilegal di jantung kota, menyerang Masjid Sunia di Kota Tua, menghancurkan jendelanya dan menyebabkan kerusakan ringan terhadap fasilitas masjid.
Kota Hebron adalah rumah bagi sekitar 200.000 warga Palestina dan sekitar 800 pemukim Israel yang terkenal agresif dan tinggal di kompleks kolonial di jantung kota, dijaga ketat oleh pasukan Israel. Pada Februari 2019, Israel mengusir satu-satunya pemantau internasional yang melindungi warga Palestina di Hebron dari 800 pemukim yang dijaga ketat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








