Tentara Israel pada Rabu (3/12) memindahkan kubus-kubus beton kuning di sebelah timur Kota Gaza. Koresponden QNN memastikan bahwa garis batas tersebut didorong sejauh ratusan meter dalam ke wilayah yang tersisa di bawah kontrol Palestina. Kini, lebih dari 2,5 juta warga Palestina hidup di ruang yang semakin menyempit.
Langkah ini memperluas zona kuning ilegal yang diduduki Israel, melampaui batas yang diizinkan dalam kesepakatan. Pelanggaran ini bukan pertama kalinya terjadi. Melalui zona kuning, Israel menyusutkan wilayah Gaza sekaligus meluaskan kontrol Israel di Gaza meskipun ada jaminan internasional dan perjanjian gencatan senjata yang diumumkan pemerintahan Trump.
Sepuluh hari lalu, misalnya, pasukan Israel memperluas zona kuning di Gaza timur lebih dari 300 meter secara diam-diam tanpa peringatan. Tank-tank memasuki area tersebut dan menjebak puluhan keluarga di lingkungan timur Kota Gaza. Warga melaporkan bahwa tank-tank memblokir jalur keluar di Al-Shaaf, Al-Nazzaz, dan Baghdad Street, sebelum tentara memindahkan blok-blok kuning lebih jauh ke dalam permukiman. Langkah ini memperluas zona yang dikendalikan Israel di luar batas rencana Trump, dan hingga kini nasib banyak keluarga yang terjebak masih belum diketahui.
Serangan artileri intensif menghantam wilayah tersebut selama dan setelah perluasan itu. Para mediator tetap tidak memberikan komentar atas pelanggaran yang dilakukan Israel.
Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) menyatakan bahwa pasukan Israel semakin longgar dalam melanggar kesepakatan. “Diamnya para mediator dan pihak yang menjamin perjanjian mendorong Israel untuk melanjutkan kejahatan serta pelanggaran gencatan senjata ini,” demikian pernyataan GMO.
Sumber: Qudsnen








