Pemerintahan Gubernur Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan bahwa otoritas pendudukan Israel tengah mempercepat upaya mengisolasi Kota Al-Quds (Yerusalem) dari wilayah Palestina di sekitarnya. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan jumlah pos pemeriksaan militer, ekspansi permukiman ilegal, dan pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (18/06), disebutkan bahwa gerbang-gerbang besi baru telah dipasang di pintu masuk utama ke sejumlah kota seperti Anata, Jaba, dan Hizma. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk mencabik-cabik konektivitas Al-Quds (Yerusalem) dan mengendalikan pergerakan warga Palestina. Situasi ini diperburuk oleh genosida di Gaza dan meningkatnya ketegangan regional, yang dimanfaatkan Israel untuk mempercepat aneksasi dan memperluas kehadiran pemukim.
Pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya juga diberlakukan di pos pemeriksaan militer utama seperti Qalandiya, Shuafat, Jaba, dan Al-Kontainer. Warga Palestina menghadapi penutupan total, penundaan hingga enam jam, serta perlakuan kasar secara rutin. Bahkan, Wakil Gubernur Al-Quds (Yerusalem) terpaksa berjalan kaki ke kantornya di Al-Ram karena penutupan total pos Jaba.
Pasukan Israel juga meningkatkan jumlah pos pemeriksaan bergerak, serta melakukan penggerebekan dan penangkapan di berbagai lingkungan seperti Silwan, Al-Issawiya, dan Jabal al-Mukaber. Kini, Al-Quds (Yerusalem) dikelilingi oleh 85 titik penghalang, termasuk tembok pemisah apartheid, yang menjadikannya seperti “penjara tertutup.”
Di tengah situasi ini, polisi Israel sempat menutup seluruh akses ke Masjid Al-Aqsa sejak Jumat pagi lalu, bertepatan dengan deklarasi perang Israel terhadap Iran. Akses hanya diberikan kepada staf dan penjaga masjid. Setelah enam hari ditutup, tiga gerbang masjid—Gerbang Al-Majlis, Hitta, dan Al-Silsila—akhirnya dibuka kembali pada Rabu (18/05) pukul 18.15 waktu setempat. Jemaah segera berdatangan untuk melaksanakan salat Maghrib dan Isya.
Pemerintah Al-Quds (Yerusalem) menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk mengambil alih kendali penuh atas Al-Quds (Yerusalem), termasuk situs-situs suci Islam dan Kristen. Mereka menyerukan kepada media dan para aktivis untuk meningkatkan sorotan terhadap upaya pendudukan yang terus membungkam suara Al-Quds (Yerusalem).
Sumber:
Israel tightens control over occupied Jerusalem, sealing off city and tightening grip on Al-Aqsa








