Pihak berwenang Israel telah menyita 57 dunum (sekitar 14 hektar) tanah di Desa Kafr Qaddum, Tepi Barat utara, kata komisi Palestina pada Senin (30/9).
Dalam sebuah pernyataan, Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok mengatakan bahwa pasukan Israel mengeluarkan perintah militer untuk perampasan tanah dan meninggalkan salinan surat perintah di lokasi tersebut
“Lahan yang disita tersebut dimaksudkan untuk membuat zona penyangga keamanan di sekitar permukiman Israel di Kedumim,” kata komisi tersebut, yang menyebutnya sebagai perintah ke-10 yang dikeluarkan pada bulan September saja.
Perintah militer tersebut membatasi pemilik tanah Palestina untuk mengakses ratusan dunum di sekitar permukiman, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang perampasan lebih lanjut di tanah Palestina, kata pernyataan itu.
Kamis (25/9) lalu, komisi tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel telah menyita delapan dunum (1,9 hektar) lahan di Fasayil, sebuah desa di Lembah Yordan, Tepi Barat.
Sejak pemerintahan PM Israel Benjamin Netanyahu berkuasa pada tahun 2022, telah terjadi peningkatan tajam dalam pembangunan permukiman dan penyitaan tanah di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang diduduki.
Kekerasan oleh pemukim kolonial Israel terhadap komunitas Palestina juga meningkat, terutama di wilayah seperti Fasayil, tempat para pemukim memperluas kendali mereka melalui kekuatan bersenjata.
Perkiraan Israel menunjukkan bahwa lebih dari 720.000 warga Israel sekarang tinggal di pos-pos permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur.
Masyarakat internasional, termasuk PBB, menganggap permukiman ini ilegal berdasarkan hukum internasional.
PBB telah berulang kali memperingatkan bahwa perluasan permukiman yang berkelanjutan mengancam kelangsungan solusi dua negara, suatu kerangka kerja yang dipandang sebagai kunci untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Setidaknya 719 warga Palestina, termasuk 160 anak-anak, telah terbunuh, hampir 6.200 lainnya terluka dan lebih dari 10.900 ditangkap di wilayah yang diduduki, menurut angka resmi Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








