Polisi Israel menyerbu sebuah rumah sakit di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan menangkap sejumlah pasien dari Gaza pada Kamis (2/11), menurut pernyataan polisi dan media Palestina. Kantor berita Ma’an mengatakan sejumlah besar petugas menggerebek Rumah Sakit al-Makassed setelah mengepungnya dan menempatkan petugas di atap rumah sakit.
Polisi Israel mengatakan mereka menangkap 11 warga Gaza dan satu warga Palestina dari Tepi Barat yang “bersembunyi” di rumah sakit. Para tawanan kemudian dipindahkan ke Polisi Distrik Al-Quds untuk diinterogasi. Sebuah sumber mengatakan kepada MEE bahwa orang-orang yang ditangkap adalah warga Palestina dari Gaza yang datang ke Al-Quds berdasarkan izin yang dikeluarkan Israel untuk menemani pasien dari Gaza.
Siraj Abu Arafa, seorang pengacara di Pusat Informasi Wadi Hilweh yang berbasis di Al-Quds, mengatakan 12 orang ditangkap, termasuk “perempuan, pemuda, dan seorang anak laki-laki”. Salah satu pasien mengatakan kepada MEE bahwa ayahnya, yang juga seorang pasien, turut ditangkap oleh tentara Israel.
“Mereka mencari warga Gaza. Mereka menahan siapa pun dari Gaza. Saya takut,” katanya. “Bagaimana mereka bisa menyerbu rumah sakit dan menahan pasien? Saya tidak percaya. Sebagai pasien, saya sekarang sendirian, tanpa ayah atau anggota keluarga.”
Samira Oweina, seorang anggota staf rumah sakit, mengatakan kepada MEE bahwa dia melihat tentara menahan sekitar 10 perempuan lanjut usia dan anak-anak dari unit gawat darurat saat sedang berkunjung. Haaretz juga melaporkan bahwa salah satu tawanan adalah saudara perempuan dari anggota Gerakan Perlawanan Palestina. Polisi juga memanggil wakil direktur rumah sakit untuk dimintai keterangan.
Israel meluncurkan agresi dan mengerahkan pasukannya ke Gaza sejak akhir pekan lalu, membunuh setidaknya 9.000 warga Palestina dan melukai 22.200 orang, sementara ratusan orang masih hilang, sebagian besar diyakini terbunuh dan terkubur di bawah reruntuhan.
Israa Al-Sheni, dari Kota Khan Younis, mengatakan kepada Anadolu Agency pada Selasa bahwa dia terjebak setelah pecahnya agresi. “Saya sudah menjalani perawatan di RS al-Makassed selama sebulan seminggu, dan selama perawatan saya menjalani operasi,” ujarnya. “Pada saat itu, agresi pecah, dan kami tidak dapat kembali.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








