Sebuah kelompok advokasi Palestina yang berbasis di Inggris, Friends of Al-Aqsa (FoA) mendesak umat Islam di Eropa untuk memboikot kurma Israel. “Dengan memilih untuk tidak membeli kurma Israel pada Ramadan ini, komunitas muslim dapat mengirim pesan yang jelas dan kuat untuk mengutuk pendudukan ilegal Israel dan apartheid di Palestina,” kata Shamiul Joarder dari FoA.
Sebanyak 50% kurma Israel diekspor ke Eropa, yaitu ke Inggris, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia, selain mengekspor buah kering dalam jumlah besar, kata FoA. Pada 2020 Inggris mengimpor lebih dari 3.000 ton kurma dari Israel, senilai £7,5 juta ($8,9 juta). “Israel adalah produsen kurma Medjoul terbesar di dunia, dengan 50% kurma Israel diekspor ke Eropa, kata FoA dalam sebuah pernyataan. Kurma ini kemudian dijual di supermarket besar serta toko-toko lokal di seluruh benua.
Selama Ramadan, bulan puasa umat Islam, terdapat lonjakan konsumsi kurma di Eropa. Umat Islam berbuka puasa saat matahari terbenam dengan buah tersebut, sesuai dengan tradisi Islam. Menurut Pusat Promosi Impor dari negara berkembang (CBI), setiap tahun Eropa mengalami lonjakan konsumsi kurma selama Ramadan dan di musim dingin bertepatan dengan Natal. Sebagian besar kurma ini ditanam di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
“Saatnya memperbarui komitmen kita terhadap gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) pada Ramadan ini. Kita harus ingat bahwa sebagai komunitas, posisi kita kuat, kita dapat membuat suara kita didengar melalui tindakan sederhana mengembalikan kurma Israel ke rak. Yang perlu kita lakukan hanyalah #CheckTheLabel dan tidak membeli kurma dari apartheid Israel,” kata Joarder.
FoA telah menandai 17 Maret, Jumat terakhir sebelum Ramadhan, sebagai hari aksi untuk mendorong umat Islam memeriksa label pada kemasan kurma untuk memastikan bukan dari produk Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








