Israel Menangkap 415 warga Palestina Termasuk Anak-Anak dan Perempuan Selama Januari 2021

Israel Menangkap 415 warga Palestina Termasuk Anak-Anak dan Perempuan Selama Januari 2021

Pusat Studi Tahanan Palestina menyampaikan hasil pantauannya bahwa selama Januari 2021, terdapat 415 kasus penahanan, termasuk kepada 43 anak-anak dan 6 perempuan. Sementara seorang mantan narapidana Yerusalem meninggal setelah menderita kanker selama penahanannya di penjara Israel.

Mereka menyatakan pada Selasa (2/2) dalam laporan bulanan yang diterima oleh tim media Palestina bahwa ada peningkatan yang signifikan dari kasus penangkapan, terutama di kota Yerusalem. Terdapat 155 penangkapan di Yerusalem, diikuti oleh Hebron dengan 70 penangkapan, dan 50 kasus di Jenin, dan 65 kasus di Ramallah.

Baca juga: Pelanggaran Israel Terhadap Warga Palestina Selama Januari 2021

Di Jalur Gaza terjadi 8 penangkapan, 7 di antaranya adalah pemuda yang mendekati perbatasan timur dan dibebaskan setelah diinterogasi. Sementara satu yang lainnya, yaitu Walaa al-Rifai dari kamp al-Maghazi ditangkap di Beit Hanoun, Erez, sedang melakukan penyeberangan saat dia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Al Makassed di Yerusalem untuk menjalani operasi untuk istrinya yang menderita kanker otak. Al-Rifai akhirnya dipindahkan ke penjara Ashkelon untuk penyelidikan.

Pihak berwenang Israel menangkap kembali anggota parlemen, Mohammad Maher Badr (62) dari Hebron setelah menggerebek rumahnya. Badr menderita tekanan darah kronis dan masalah prostat yang membutuhkan obat-obatan khusus dan tindak lanjut medis, namun penangkapan tetap terjadi. Kini jumlah anggota parlemen yang ditangkap sebanyak 10 Deputi.

Direktur pusat, Riyadh Al-Ashqar, mengindikasikan bahwa selama Januari 2021 terjadi penangkapan terhadap 7 orang perempuan dan 43 kasus penangkapan anak di bawah usia delapan belas tahun yang  kebanyakan dari mereka berada di Yerusalem.

Pada Januari juga terjadi kematian mantan narapidana, Mohammad Salah El-Din (20) dari kota Hizma di distrik Yerusalem. Ia menderita kanker yang didiagnosis selama penahanannya oleh Israel.

Baca juga: Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel Karena Penyebab yang Tidak Diketahui

Selain itu, ada lebih dari 200 tahanan baru yang terinfeksi Covid-19 di Penjara Raymond dan Negev. Hal ini terjadi karena pengabaian Israel terhadap kehidupan para tahanan. Tidak ada tindakan preventif untuk mencegah atau membatasi penyebaran pandemi di antara para tahanan dan adanya keterlambatan pengambilan tes dari para narapidana.

Menurut laporan Pusat Studi Tahanan Palestina, pengadilan sengketa Israel mengeluarkan 90 keputusan administratif baru dan pembaruan, mulai dari dua hingga enam bulan.

Sumber: Safa

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar Program Bantuan Adara untuk Palestina.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top