Israel telah memutus aliran listrik dan air bagi tawanan Palestina di penjara-penjara Israel, sebagai langkah nyata untuk mencegah mereka membantu pejuang kemerdekaan Palestina di luar penjara.
Menurut surat kabar Yedioth Ahronoth Israel, yang mengutip pejabat senior di Layanan Penjara Israel, “listrik telah diputus untuk semua tawanan Palestina” untuk memblokir semua akses ke media dan sarana komunikasi dari para tawanan yang berpotensi memberikan bimbingan. atau instruksi kepada pejuang kemerdekaan Palestina yang saat ini memerangi pasukan Israel.
Keputusan untuk menghentikan pasokan listrik bagi para tawanan dilaporkan dikeluarkan oleh Komisaris Layanan Penjara, Katy Perry, yang juga memerintahkan pada Sabtu lalu agar lockdown diberlakukan terhadap semua tawanan Palestina di penjara-penjara Israel dan mengurung mereka di sel mereka.
Namun, menurut Klub Tawanan Palestina, bukan hanya aliran listrik yang dihentikan dan disita dari para tawanan, tetapi juga pasokan air mereka. “Lebih dari 5.250 tawanan Palestina menghadapi risiko bencana nyata di penjara-penjara Israel setelah penjajah Israel memutus aliran listrik dan air di penjara-penjara tersebut.”
Langkah otoritas penjara Israel ini dilakukan di tengah taktik penjajah yang menerapkan pengepungan total di Jalur Gaza dan memutus semua pasokan listrik, air, makanan, bahan bakar, dan bantuan ke wilayah tersebut ketika pasukan penjajah melakukan kampanye pengeboman dan serangan udara yang brutal terhadap penduduk sipil Gaza.
Dari 5.250 tawanan, dilaporkan terdapat 39 perempuan dan lebih dari 170 anak-anak, sehingga risiko yang mereka hadapi jauh lebih parah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








