Tiga anggota kepolisian Palestina terbunuh dalam serangan udara Israel di daerah Al-Shawka, sebelah timur Rafah, pada Ahad (16/2). Serangan terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung, menurut sumber resmi Palestina.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan bahwa polisi tersebut bertugas mengamankan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung. Dua di antaranya terbunuh di tempat, sementara satu lainnya meninggal akibat luka kritis. Korban yang gugur adalah Yousef al-Eid, Ibrahim al-Eid, dan Bilal al-Maghari.
Kementerian mengecam keras serangan ini dan meminta komunitas internasional serta para mediator untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap aparat kepolisian, yang merupakan lembaga sipil yang bertugas menjaga ketertiban umum serta mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat Gaza.
Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan pejuang Palestina yang mendekati pasukan mereka di wilayah tersebut. Namun, pejabat Palestina menyatakan bahwa Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan terus menyerang personel keamanan dan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Serangan ini terjadi sehari setelah serangan udara Israel lainnya di daerah Abu Halawa, timur Rafah, yang membunuh seorang warga sipil. Sejak dimulainya agresi militer Israel, lebih dari 48.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, sementara Gaza mengalami kehancuran besar-besaran.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








