Serangan udara Israel membunuh lima pekerja bantuan, termasuk seorang warga negara Inggris, dalam serangan terhadap konvoi mereka di Jalur Gaza pada hari Minggu, menurut paramedis Palestina. Laporan awal menyebutkan serangan tersebut mengenai tiga kendaraan milik World Central Kitchen (WCK), sebuah LSM berbasis di AS yang menyediakan makanan dalam keadaan darurat.
Jenazah lima orang dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah oleh paramedis Palestina. Rekaman jenazah dan paspor mereka menunjukkan bahwa mereka merupakan warga negara Inggris, Australia, Polandia, dan Palestina, sedangkan identitas orang kelima belum ditentukan. Kantor media pemerintah yang berbasis di Gaza mengutuk serangan itu sebagai pembantaian Israel lainnya.
Dalam konferensi pers dari Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Direktur Umum Kantor Media Gaza, Ismail Thawabta, mengatakan, “serangan brutal tersebut menargetkan kendaraan lapis baja yang ditandai dengan jelas.”
Militer Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki “insiden tragis” tersebut.
WCK telah berkoordinasi dengan pihak berwenang Israel dalam beberapa pekan terakhir untuk membangun dermaga darurat untuk kedatangan kapal bantuan melalui laut.
Sebuah kapal berisi bantuan tiba di dermaga pada hari Ahad (31/3), WCK mengatakan awal pekan ini bahwa kiriman berangkat dari Siprus menuju Gaza, membawa cukup makanan untuk kapasitas lebih dari 1 juta makanan.
Serangan terhadap tim WCK pada Ahad malam terjadi setelah serangkaian serangan udara Israel terhadap konvoi dan pencari bantuan terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penembakan terhadap truk bantuan PBB yang membawa pasokan makanan pada bulan Februari. Setidaknya 400 pencari bantuan terbunuh dalam serangan tersebut, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Selain itu, serangan Israel terhadap misi bantuan juga membunuh sejumlah petugas keamanan Palestina yang bekerja untuk mengamankan pengiriman bantuan, dan membunuh puluhan warga yang bekerja di komite lokal yang dibentuk untuk mengatur distribusi bantuan.
Serangan-serangan ini meningkat ketika sebuah laporan yang didukung PBB memperingatkan bahwa kelaparan akan segera terjadi di Gaza utara, sebuah krisis yang disebabkan oleh Israel dengan menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.
Sebuah inisiatif yang didukung PBB pada bulan lalu menemukan bahwa seluruh penduduk Gaza, yang diperkirakan berjumlah sekitar 2,3 juta jiwa, mengalami kerawanan pangan “akut”, sementara separuh penduduknya menderita kerawanan pangan yang lebih parah dan diklasifikasikan sebagai “bencana”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








