Pada Kamis (29/2), pasukan Israel menyerang warga Palestina yang sedang menunggu bantuan makanan di dekat Kota Gaza. Serangan ini menewaskan sedikitnya 77 orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Mayat-mayat terlihat tergeletak di tanah setelah serangan itu, dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka karena bahaya serangan Israel lebih lanjut, lapor Al Jazeera .
Salah seorang warga mengaku sudah menunggu bantuan makanan sejak Selasa. “Sekitar pukul 04.30 pagi tadi, truk mulai lewat. Begitu kami mendekati truk bantuan, tank dan pesawat tempur Israel mulai menembaki kami seolah-olah itu adalah jebakan,” kata pria tersebut kepada Quds News Network, seperti dikutip oleh Al Jazeera .
“Militer Israel menembaki warga yang menunggu bantuan. Tank-tank Israel maju dan menyebabkan banyak korban tewas dan terluka di bagian barat daya Kota Gaza. Ini adalah pembantaian, selain kelaparan yang mengancam warga di Gaza,” kata koresponden Al Jazeera Ismail al-Ghoul.
Lebih dari 250 warga Palestina terluka dalam serangan itu, sebagian besar telah dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa dan Rumah Sakit Kamal Adwan. “Korban lainnya dilarikan ke rumah sakit Ahli dan Yordania. Korban tewas akan meningkat, sementara rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien dalam jumlah besar karena kekurangan bahan bakar apalagi obat-obatan. Rumah sakit juga kehabisan darah,” tambah al-Goul.
Pria yang menyaksikan serangan itu juga menambahkan, “Kepada negara-negara Arab, jika Anda ingin kami terbunuh, mengapa Anda mengirimkan bantuan? Jika ini terus berlanjut, kami tidak ingin ada bantuan sama sekali, sebab itu artinya setiap konvoi yang datang menandakan sebuah pembantaian akan terjadi lagi.”
Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk apa yang disebutnya sebagai pembantaian berdarah dingin terhadap warga sipil. Dalam pernyataan persnya, kementerian mengatakan serangan itu adalah bagian dari perang genosida Israel yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut menyerukan komunitas internasional agar segera melakukan intervensi untuk mewujudkan gencatan senjata sebagai “satu-satunya cara untuk melindungi warga sipil.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








