Militer Israel telah membantah melakukan serangan terhadap kamp tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di al-Mawasi, wilayah kecil di dekat Kota Rafah, hingga membunuh setidaknya 21 orang.
“Bertentangan dengan laporan dari beberapa jam terakhir, militer Israel merasa tidak menyerang area Kemanusiaan di al-Mawasi,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya 12 dari korban yang terbunuh dalam serangan hari Selasa adalah perempuan, kata pejabat medis di Gaza. Tercatat 64 orang terluka dalam serangan itu, dengan 10 di antaranya dalam kondisi kritis. Israel sebelumnya menetapkan al-Mawasi, di barat Rafah, sebagai area kemanusiaan tempat warga Palestina harus mengungsi demi keselamatan mereka.
Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah serangan brutal terhadap tenda-tenda pengungsian di area Tel as-Sultan dekat Rafah yang membunuh 45 warga Palestina. Serangan tersebut memicu kebakaran yang menyebar dengan cepat, menghancurkan kamp tersebut hingga rata dengan tanah.
Sebelumnya, dengan narasi yang sama Militer Israel mengatakan bahwa serangan mematikan pada Ahad (26/5) di kamp tenda dekat Rafah adalah serangan yang ditargetkan terhadap kompleks yang menampung “teroris senior Hamas”, dan kebakaran yang terjadi adalah suatu insiden yang tak terduga dan tidak disengaja.
Juru Bicara Pasukan Israel, Daniel Hagari, mengatakan dalam pernyataan video pada hari Selasa bahwa militer sedang “menyelidiki apa yang menyebabkan kebakaran” dan berspekulasi bahwa mungkin ada penyimpanan senjata di dekat kompleks tersebut.
“Senjata kami saja tidak bisa memicu kebakaran sebesar ini. Saya ingin mengulanginya senjata kami saja tidak bisa memicu kebakaran sebesar ini,” katanya.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








