Israel kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Jumat (10/10) pagi, meski sebelumnya telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata setelah dua tahun genosida. Serangan dilaporkan terjadi di Khan Younis, Gaza bagian selatan, serta di Kota Gaza. Pasukan Israel juga terus menembaki wilayah Katiba dan Hamad City di Khan Younis, sementara helikopter tempur dan artileri menargetkan area timur Kota Gaza.
Sumber setempat melaporkan baku tembak intens terjadi di sekitar Jembatan Wadi Gaza di Jalan Salah al-Din. Serangan-serangan ini merupakan yang pertama sejak pengumuman tahap awal kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Kamis (9/10) malam. Pertahanan sipil Gaza pun memperingatkan warga agar menjauhi daerah perbatasan hingga ada pengumuman resmi penarikan pasukan Israel.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Gaza mengungkapkan bahwa pasukan Israel masih menggunakan mobil jebakan berisi bahan peledak dalam jumlah besar untuk menyerang kawasan permukiman padat, meskipun ada seruan dari Presiden AS Donald Trump agar pengeboman dihentikan. Rata-rata sepuluh mobil jebakan diledakkan setiap hari di wilayah Al-Nasr, Sheikh Radwan, Al-Daraj, Tal Al-Hawa, dan Al-Sabra.
Setiap ledakan menimbulkan kerusakan besar dalam radius 300 meter dan pecahan logamnya dapat mencapai lebih dari satu kilometer, menyebabkan luka parah pada warga sipil, termasuk keluarga pengungsi dan pasien di rumah sakit terdekat. Beberapa ledakan bahkan terjadi kurang dari 200 meter dari Jalan Al-Thalathini, salah satu jalur utama Kota Gaza.
Pertahanan Sipil menyebut penggunaan mobil jebakan berskala besar ini sebagai perkembangan yang belum pernah terjadi dalam peperangan modern dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Mereka juga menyatakan bahwa komunitas internasional bersalah atas kebisuan, yang dinilai memberi isyarat pembiaran terhadap pertumpahan darah dan kehancuran yang terus berlanjut di Gaza.
Sumber:
MEE , Qudsnen








