Pasukan Israel membunuh seorang Palestina dan melukai tiga lainnya dalam serangan di Tepi Barat pada Senin (24/4). Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban yang tewas itu sebagai Suleiman Ayesh, 20. Pasukan Israel menyerbu kamp Aqabat Jaber dekat Yerikho, dalam aksi yang oleh tentara disebut sebagai “operasi kontraterorisme”, dan mengklaim telah menangkap seorang “tersangka yang dicari”.
Militer Israel juga mengatakan bahwa dua “tersangka” terlihat melarikan diri dari tempat kejadian, yang ditanggapi oleh tentara Israel dengan tembakan langsung. Tentara Israel juga melepaskan tembakan, bom suara, dan gas air mata ke arah penghuni kamp Yerikho dan Lembah Yordan, Jihad Abu al-Assal, mengatakan bahwa militer Israel kemudian menahan jenazah Ayesh. Meski melanggar hukum, namun Israel sering melakukan penahanan jenazah warga Palestina yang terbunuh selama penggerebekan tentara atau dugaan serangan terhadap warga Israel.
Saksi mata melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu Kamp Aqabat Jaber dan mengambil posisi di atap beberapa rumah. Mereka juga menggeledah dan merusak isi puluhan rumah, memaksa penghuninya untuk menjalani penyelidikan lapangan setelah menahan mereka selama berjam-jam. Insiden ini meningkatkan jumlah total warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan dan pemukim Israel sejak awal tahun ini menjadi 99 orang, termasuk 16 anak-anak, dengan enam kematian sejak awal April saja.
Pasukan pendudukan Israel hingga Rabu (26/4) masih melanjutkan pengepungan ketat mereka di Kota Yerikho selama empat hari berturut-turut. Pasukan menutup semua pintu masuk utama dan sekunder menuju kota. Pasukan pendudukan Israel, kata sumber keamanan Palestina, mencegah kendaraan dan penduduk Palestina meninggalkan atau memasuki kota. Mereka juga mendirikan pos pemeriksaan dan mengejar kendaraan Palestina di bagian selatan kota.
Ada beberapa kasus penahanan dan interogasi lapangan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di pos pemeriksaan. Kendaraan militer Israel juga dikerahkan di lahan pertanian di sebelah utara Yerikho untuk menyergap penumpang Palestina yang mencari jalan alternatif untuk mencapai tujuan mereka, lapor kantor berita Wafa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








