Tentara Israel telah menembak mati dua warga Palestina, menurut Menteri Pertahanan Yoav Gallant. “Saya memuji tindakan tentara yang melenyapkan dua teroris yang menembaki mereka di dekat Elon Moreh [dekat kota Nablus di Tepi Barat],” kata Gallant di Twitter pada Selasa (11/4). “Operasi sukses pasukan kami telah mencegah serangan terhadap warga Israel,” lanjut Gallant kemudian dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya, militer menyatakan pasukannya telah “menetralkan” dua pria dan menemukan senapan dan pistol di tempat kejadian.
Sumber lokal Palestina dari Nablus mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa jenazah kedua pria tersebut – yang diidentifikasi sebagai Mohammed Abu Dhraa dan Soud al-Titi – telah ditahan oleh militer Israel. Al-Titi adalah anggota pasukan keamanan Otoritas Palestina, sedangkan Abu Dhraa adalah mantan tawanan yang menghabiskan tujuh tahun di penjara Israel, kata sumber tersebut.
Israel terus menahan jenazah warga Palestina selama beberapa dekade terakhir, dan menurut kelompok hak asasi, praktik itu telah meningkat secara signifikan sejak 2015. Menurut Pusat Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Al-Quds, Israel saat ini menahan setidaknya 105 jenazah Palestina di kamar mayat, sebuah tindakan yang disebut hukuman kolektif terhadap keluarga yang seringkali tidak dapat mengucapkan selamat tinggal dan mengubur orang tercinta mereka.
Selama setahun terakhir, tentara Israel hampir setiap hari melakukan penggerebekan di Tepi Barat. Di bawah pemerintahan sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel, yang dilantik akhir tahun lalu, penggerebekan dan kekerasan telah meningkat, memakan banyak korban warga sipil. Lebih dari 90 warga Palestina tewas dan setidaknya 19 warga Israel dan asing tewas sejak Januari.
Ketegangan semakin tinggi saat bulan suci Ramadan dan Paskah Yahudi. Serbuan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds pada pekan lalu dan serangan terhadap jamaah Palestina memicu serangan roket ke Israel yang ditanggapi dengan serangan rudal Israel ke Gaza, Lebanon selatan, dan Suriah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








