Israel telah mengeluarkan 1.365 perintah penahanan administratif terhadap tawanan Palestina sejak awal 2022, kata Klub Tawanan Palestina (PPC) pada Rabu (14/9). Beberapa merupakan perintah baru, sementara yang lain merupakan pembaruan dari perintah yang sudah ada. “Pendudukan Israel telah memperluas lingkaran penargetan warga Palestina melalui penahanan administratif,” tambah organisasi itu.
Penahanan administratif adalah prosedur yang memungkinkan Israel menahan tawanan untuk periode yang dapat diperbarui berdasarkan “bukti rahasia” tanpa tuduhan atau pengadilan. PPC mengatakan bahwa 272 perintah dikeluarkan pada bulan lalu–merupakan jumlah tertinggi sejak 2015. Ini membuat jumlah perintah penahanan administratif menjadi 9.500 terhitung sejak 2015 hingga sekarang.
Saat ini terdapat 760 tawanan administratif di penjara-penjara Israel, termasuk dua perempuan dan empat anak. Sebanyak 80% dari tawanan administratif adalah mantan tawanan yang menjalani beberapa kali penahanan administratif, termasuk lansia, orang sakit, dan anak di bawah umur. PPC mengklaim bahwa penahanan administratif digunakan sebagai “balas dendam” terhadap masyarakat Palestina karena penolakannya terhadap penjajah Israel.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







