• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan 70.000 Ton Bahan Peledak Sejak Oktober 2023, Senjata yang Belum Meledak Jadi Ancaman Besar di Gaza

by Adara Relief International
Oktober 16, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Diperkirakan 70.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza sejak dimulainya perang [Getty/foto arsip]

Diperkirakan 70.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza sejak dimulainya perang [Getty/foto arsip]

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Senjata yang belum meledak di Gaza menimbulkan risiko “besar” bagi warga yang mengungsi dan kembali ke rumah mereka selama gencatan senjata. LSM Handicap International memperingatkan pada hari Selasa (14/10), menyerukan masuknya peralatan yang dibutuhkan untuk pembersihan ranjau.

“Risikonya sangat besar – diperkirakan 70.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza sejak awal genosida,” kata Anne-Claire Yaeesh, direktur organisasi tersebut untuk wilayah Palestina. Handicap International mengkhususkan diri dalam pembersihan ranjau dan bantuan bagi korban ranjau antipersonel.

Senjata yang tidak meledak, mulai dari bom atau granat yang tidak meledak hingga peluru biasa, telah menjadi pemandangan umum di Jalur Gaza selama dua tahun genosida. “Lapisan puing dan tingkat akumulasi sangat tinggi,” kata Yaeesh. Ia memperingatkan bahwa risiko tersebut diperburuk oleh sifat lingkungan yang “sangat kompleks”, karena terbatasnya ruang di daerah perkotaan yang padat penduduk.

Pada bulan Januari, Badan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) memperkirakan bahwa “5 hingga 10 persen” amunisi yang ditembakkan ke Gaza tidak meledak. Sejak itu, pertempuran terus berlanjut, dengan tentara Israel khususnya melancarkan operasi skala besar pada pertengahan September di Kota Gaza. Saat ini, gencatan senjata yang ketiga sejak dimulainya genosida sudah mulai berlaku sejak hari Jumat (10/10) di Jalur Gaza.

Dihubungi oleh AFP, UNMAS mengatakan bahwa karena pembatasan yang diberlakukan selama dua tahun terakhir, timnya “tidak dapat melakukan operasi survei skala besar di Gaza.” Oleh karena itu, badan tersebut tidak memiliki “gambaran komprehensif tentang ancaman (bahan peledak) di Jalur Gaza.”

Bahaya bahan peledak di jalan raya

Baca Juga

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Nicholas Orr, mantan penjinak bom militer Inggris yang bekerja di Gaza untuk Handicap International, mengatakan kepada AFP pada bulan Maret bahwa ia tidak dapat memperoleh izin untuk melakukan penjinakan bom di Gaza. Ini terjadi karena pengawasan udara Israel dapat salah mengira dia sebagai militan yang mencoba menggunakan kembali persenjataan yang tidak meledak menjadi senjata.

UNMAS tetap menekankan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, permintaan untuk keahlian teknis “telah melonjak”, dan badan tersebut telah diminta untuk “berbagai misi kemanusiaan termasuk ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak dapat diakses”.

Dalam beberapa hari mendatang, “sebagian besar upaya akan difokuskan pada memastikan keselamatan operasi pengelolaan puing” dan pembersihan puing-puing, terutama di sepanjang jalan yang dilalui ribuan pengungsi yang kembali ke rumah.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan pada hari Senin (13/10) bahwa pekerja kemanusiaan akan “menilai jalan-jalan utama untuk mendeteksi bahaya ledakan”. UNMAS lebih lanjut menyatakan bahwa mereka memiliki “jumlah kendaraan lapis baja yang terbatas di lapangan, yang berarti bahwa kami hanya dapat melakukan sejumlah penilaian bahaya ledakan setiap hari”.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga mengatakan pihaknya belum memperoleh otorisasi dari Israel untuk membawa peralatan yang diperlukan guna menghancurkan persenjataan yang belum meledak. Saat ini, UNMAS mengatakan pihaknya memiliki tiga kendaraan lapis baja “di perbatasan yang menunggu untuk memasuki Gaza, yang akan memungkinkan operasi yang lebih aman dan berskala lebih besar”.

Sumber: The New Arab

ShareTweetSendShare
Previous Post

Perang Tanpa Peluru: Israel Gunakan Taktik Disinformasi untuk Timbulkan Perpecahan pada Penduduk Palestina

Next Post

Israel Melakukan Pelanggaran di Gaza Sejak Gencatan Senjata Diberlakukan

Adara Relief International

Related Posts

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup
Berita Kemanusiaan

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

by Adara Relief International
Februari 18, 2026
0
15

Untuk tahun ketiga berturut-turut, Jalur Gaza menyambut Ramadan di tengah genosida terang-terangan dan konsekuensi kemanusiaan serta ekonomi yang belum pernah...

Read moreDetails
Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Februari 18, 2026
11
Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Februari 18, 2026
13
Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Februari 18, 2026
13
Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Februari 18, 2026
14
Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Februari 13, 2026
24
Next Post
Warga Palestina kembali ke permukiman Sheikh Ridwan dan Abu Iskandar yang hancur setelah penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza pada 15 Oktober 2025. Banyak bangunan hancur total, dan rumah serta harta benda warga sipil mengalami kerusakan parah. Warga Palestina mencari sisa-sisa harta benda mereka di antara reruntuhan rumah mereka. [Mahmoud Abu Hamda – Anadolu Agency]

Israel Melakukan Pelanggaran di Gaza Sejak Gencatan Senjata Diberlakukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630