Tweet Kementerian Luar Negeri Israel yang memarahi anak-anak Palestina karena bermain sepak bola di halaman Masjid Al-Aqsa telah dikutuk di media sosial. Kementerian Israel memposting video pada Sabtu malam (9/4), memperlihatkan remaja Palestina yang sedang bermain sepak bola dengan keterangan: “Sementara itu, pertandingan sepak bola diadakan tepat di sebelah masjid. Apakah ini cara menjaga kesucian tempat itu?”
Ratusan pengguna media sosial mengecam penggunaan kata “kesucian”, mengingat pasukan Israel justru menyerbu situs suci umat Islam tersebut selama dua malam berturut-turut minggu lalu. “Apakah ini alasan lemah Anda untuk memukuli para jamaah dengan keras, selama bulan suci #Ramadan? Ironis betul! Anda berbicara tentang kesucian sambil mengabaikan kehidupan warga Palestina,” tulis seorang warganet.
“Israel ingin Anda percaya bahwa serangan kekerasan mereka, saat mereka memukuli orang-orang yang sedang beribadah bukanlah penodaan dibandingkan bermain sepak bola,” kicau jurnalis Yumna Patel. Tokoh lain juga ada yang membagikan rekaman jamaah Palestina yang dipukuli dan diseret dengan kasar keluar dari ruang salat oleh polisi Israel.
Tweet kementerian itu muncul hanya beberapa hari setelah pasukan Israel secara brutal menyerang jamaah Palestina selama dua hari berturut-turut. Penggerebekan tersebut menghancurkan situs tersebut, menyebabkan jendela dan barang-barang rusak dan hancur di dalam ruang salat Al-Qibli.
“Anak-anak itu bermain di halaman sekitar Masjid Al-Aqsa, bukan di dalam masjid, dan itu bukan sesuatu yang haram menurut Islam, juga tidak menodai kesucian masjid,’’ kata Mouad Khateb, seorang penduduk dan aktivis Al-Quds (Yerusalem), kepada Middle East Eye. “Olahraga dan kegiatan lain yang dilakukan di dalam dan sekitar masjid merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kenikmatan di sekitar rumah ibadah. Jika kementerian Israel begitu peduli dengan kesucian masjid, kami mengharapkan mereka mengutuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh para pemukim yang menyerbu masjid siang dan malam; kami berharap mereka melaporkan kebrutalan polisi terhadap para jamaah,” kata Khatib.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam, dan selama bulan suci Ramadan situs itu menjadi pusat bagi penduduk setempat untuk berkumpul, beribadah, dan bersosialisasi. “Kami mengharapkan [pasukan Israel] berhenti memukuli perempuan, mematahkan tangan mereka, dan menyeret mereka keluar dari masjid sehingga para pemukim Yahudi ekstremis yang meneriakkan ‘Matilah orang Arab’ dapat menyerbu masjid dengan ‘damai’,” lanjut Khatib. “Inilah yang menodai masjid, bukan anak-anak yang bermain sepak bola di sekitar kompleks.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








