Pengadilan Israel telah menyetujui keputusan otoritas Israel untuk menghancurkan sekolah di sebuah desa Palestina di dekat kota Ramallah, Tepi Barat, kantor berita Ma’an melaporkan pada Selasa (1/11). Keputusan ini keluar setelah sejumlah warga Palestina di Desa Ein Samiya mengajukan banding terhadap perintah sebelumnya oleh Pengadilan Distrik Israel di Al-Quds (Yerusalem) yang menetapkan pembongkaran segera satu-satunya sekolah di desa tersebut.
Pusat Bantuan Hukum Yerusalem mengatakan bahwa pengadilan memberi waktu hingga 31 Desember untuk mencari alternatif bagi para siswa dan membayar denda. Pengadilan pendudukan Israel memerintahkan penduduk desa untuk tidak mendaftarkan siswa baru atau memperluas sekolah, dan memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kondisi ini akan mempercepat penghancuran sekolah dan penambahan denda. Para pemohon banding juga diperintahkan untuk membayar 30.000 shekel ($8.500) untuk menjamin pelaksanaan perintahnya.
Sekolah Ein Samiya diresmikan pada pertengahan Januari dan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Palestina, dengan dana dari Eropa. Ada sekitar 40 anak usia sekolah di Ein Samia yang membutuhkan sekolah tersebut. Sebelum Sekolah Ein Samiya dibangun hingga tahun 2013, anak-anak harus berjalan kaki beberapa kilometer ke sekolah di Kafr Malik. Kemudian, pada 2020, kementerian menyetujui pendirian sekolah baru di area komunitas, yang didanai oleh Uni Eropa, atas permintaan penduduk.
Pengadilan memberikan dua pilihan kepada penduduk desa: melakukan pembongkaran sendiri atau meminta buldoser pendudukan Israel menghancurkan sekolah dengan biaya yang harus ditanggung oleh penduduk desa. Dalam sebuah pernyataan pers, Kementerian Pendidikan Palestina mengutik putusan pengadilan pendudukan Israel yang menegakkan pembongkaran sekolah di Ein Samia. Ia menekankan hal itu sebagai keputusan yang tidak adil dan merupakan ancaman bagi hak anak-anak Palestina atas pendidikan di lingkungan yang aman dan stabil, selain juga sebagai pelanggaran mencolok terhadap konvensi, hukum dan norma-norma internasional yang relevan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








