Pasukan Israel pada hari Selasa (5/7) menghancurkan jaringan pipa mata air di desa Duma, selatan kota Nablus. Hal tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan kendali atas sumber daya air Palestina di wilayah penjajahan.
Kepala dewan desa Duma, Suleiman Dawabsheh, mengatakan bahwa pasukan Israel mengawal buldoser ke mata air Duma di selatan desa. Alat berat Israel merobohkan pipa air yang telah dewan desa pasang di mata air dan pagar yang di sekitarnya.
Setelah itu, ia menambahkan bahwa mata air adalah sumber utama air bagi para penggembala untuk ternak mereka di desa. Mereka telah menderita kekurangan air yang serius mengingat kontrol Israel atas semua sumber daya air di wilayah penjajahan. Dia menunjukkan bahwa tentara Israel telah memberi tahu dewan desa tentang niatnya untuk menghentikan pekerjaan restorasi di situs tersebut. Kebijakan itu mendorongnya untuk mengangkat masalah ini ke pengadilan Israel, namun tidak pernah berhasil.
Kelompok-kelompok hak asasi telah lama melaporkan bahwa kontrol Israel atas sumber daya air di Tepi Barat telah menyebabkan kekurangan air serius di komunitas Palestina. Pembatasan Israel di wilayah Palestina memaksa orang Palestina untuk membeli air langsung dari Israel sambil mencegah orang Palestina membangun sumur mereka sendiri atau untuk membangun proyek lain agar dapat meningkatkan akses air.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/129967
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








