Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa para aktivis dan jurnalis dari kapal bantuan Madleen yang mereka tangkap telah tiba di Bandara Ben Gurion untuk dideportasi ke negara asal masing-masing.
Sebagian dari mereka dijadwalkan meninggalkan Israel dalam beberapa jam mendatang. Bagi yang menolak menandatangani dokumen deportasi, akan dibawa ke otoritas peradilan Israel untuk proses hukum lebih lanjut.
Menurut pernyataan resmi, para konsul dari negara-negara asal penumpang telah menemui mereka di bandara.
Sebelumnya, pasukan Israel membajak dan menyita kapal Madleen pada Senin (09/06) pagi saat sedang dalam perjalanan membawa bantuan kemanusiaan penting menuju Jalur Gaza yang terkepung. Kapal tersebut membawa total 12 orang: 11 aktivis dan satu jurnalis.
Para aktivis di atas kapal termasuk anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan dan aktivis iklim Greta Thunberg. Nama-nama lainnya antara lain Yasemin Acar (Jerman), Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, dan Reva Viard (Prancis), Thiago Avila (Brasil), Suayb Ordu (Turki), Sergio Toribio (Spanyol), Marco van Rennes (Belanda), serta jurnalis Omar Faiad dari Al Jazeera Mubasher (Prancis).
Insiden ini memicu kecaman global, mengingat misi kapal tersebut adalah mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di tengah krisis yang memburuk akibat blokade Israel.
Sumber:
https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/6/10/live-israel-kills-70-in-gaza-detains-madleen-crew-including-thunberg
https://trt.global/world/article/773064bcb67d








