Pasukan pendudukan Israel menggerebek sejumlah rumah di Nilin di Tepi Barat pada Senin pagi (21/11) dan menahan tiga anak Palestina berusia 13 dan 14 tahun, Wafa melaporkan. Anak-anak tersebut kemudian diinterogasi oleh tentara. Tentara Israel juga menahan empat anak Palestina lainnya di kota Abu Dis, di sebelah timur Al-quds (Yerusalem) setelah menyerbu dan menggeledah rumah keluarga mereka.
Penyiksaan terbaru terhadap anak-anak Palestina terjadi menyusul laporan bahwa tentara pendudukan Israel telah membunuh 40 anak Palestina dan menahan lebih dari 770 lainnya sejak awal tahun 2022. Data tersebut diungkapkan oleh kelompok hak asasi untuk memperingati Hari Anak Sedunia. Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan mengklaim Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target permanen untuk kebijakan destruktif mereka, baik dengan membunuh maupun menangkap mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Minggu (20/11), Perhimpunan Tawanan Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel telah menginterogasi 750 anak pada 2022. “Sekitar 160 anak masih dalam tahanan Israel,” kata lembaga tersebut. Mereka mencantumkan delapan anak, tiga di antaranya perempuan, ditawan oleh Israel di bawah penahanan administratif. Kebijakan tersebut memungkinkan penahanan warga Palestina tanpa dakwaan atau pengadilan, untuk waktu yang tidak terbatas. “Anak-anak menjadi sasaran segala bentuk pelecehan sistematis, termasuk penyiksaan,” tambah mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








