Pasukan Israel membunuh dua anak laki-laki Palestina selama serangan militer ke Kamp pengungsi Jenin pada Kamis (26/1). Abdullah Marwan Juma’a Mousa (17) dan Wasim Amjad Aref Abu Jaes (16), dibunuh oleh pasukan Israel pada pagi hari di kamp, menurut dokumentasi dari Defense for Children International-Palestine (DCIP). Pasukan Israel memasuki Kamp Pengungsi Jenin sekitar pukul 7 pagi untuk melakukan operasi penangkapan, dan ketika warga Palestina menghadapi pasukan Israel, Israel menurunkan pasukan tambahan untuk menyerbu kamp. Selama serangan militer, pasukan Israel menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk Abdullah dan Wasim, dan melukai lebih dari 20 orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Menurut dokumentasi DCIP, Abdullah saat itu sedang berdiri bersama temannya di sebuah gang di lingkungan Al-Hawashin di Kamp Pengungsi Jenin sekitar pukul 09.00. Ketika Abdullah pergi ke jalan utama lingkungan itu, temannya berteriak padanya untuk kembali. Saat Abdullah berbalik untuk kembali ke gang, seorang penembak jitu Israel yang berada di jendela lantai tiga sebuah gedung di dekatnya menembak Abdullah di dada dengan peluru tajam. Penembak jitu Israel kemudian menembakkan tiga peluru tambahan di dekat Abdullah saat dia sudah jatuh ke tanah.
Melihat Abdullah ambruk, teman Abdullah segera meminta penduduk Palestina terdekat untuk memanggil ambulans. Akan tetapi, ambulans membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk tiba karena pasukan Israel mencegah staf medis dan ambulans untuk menolong warga Palestina yang terluka, termasuk Abdullah. Ambulans kemudian segera membawa Abdullah ke Rumah Sakit Pemerintah Jenin, tetapi dia dinyatakan meninggal sekitar pukul 9:30 pagi.
Sedangkan Wasim, sekitar pukul 08.30 sedang bersama sekelompok pemuda Palestina di jalan utama lingkungan Al-Hawashin. Wasim sedang menuju ke arah sekelompok kendaraan militer Israel yang terletak di pintu masuk timur jalan ketika pasukan Israel menembakkan lima peluru dari jarak sekitar 200 meter (656 kaki) ke arah para pemuda Palestina, membuat sebagian besar dari mereka melarikan diri. Segera setelah itu, sebuah kendaraan militer Israel mendekati Wasim dan menabraknya. Ambulans segera membawa Wasim ke Rumah Sakit Pemerintah Jenin, tetapi dia juga dinyatakan meninggal.
Wasim kemungkinan menderita luka tembak dari seorang penembak jitu Israel yang berada di sebuah rumah terdekat, menurut dokumentasi DCIP. Namun, Wasim juga menderita luka sobek di kepala yang parah akibat ditabrak oleh kendaraan militer Israel.
Pasukan Israel telah membunuh enam anak Palestina sepanjang tahun ini, menurut dokumentasi oleh DCIP. Di bawah hukum internasional, kekuatan mematikan yang disengaja hanya dibenarkan dalam keadaan terdapat ancaman langsung terhadap nyawa atau cedera serius. Namun, investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh DCIP secara teratur menunjukkan bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak-anak Palestina dalam keadaan yang dapat menyebabkan pembunuhan di luar hukum atau disengaja.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








