Pasukan Israel membunuh seorang anak Palestina dalam serangan di Desa Al-Mughayir, dekat Ramallah, Tepi Barat, pada Jumat (29/7). Pasukan menembak Amjad Nashaat Abu Alia dan mengenai dadanya. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa remaja berusia 16 tahun itu meninggal akibat luka tembak.
Pembunuhan terjadi saat bentrokan pecah antara warga Palestina yang melakukan aksi protes dengan tentara Israel dan pemukim Yahudi bersenjata di daerah tersebut. Aksi protes dimulai sekitar pukul 11 pagi (8:00 GMT) dan diserukan oleh beberapa komite, termasuk Komite Nasional dan Rakyat Anti Tembok dan Permukiman.
“Baik tentara maupun pemukim menembaki para pengunjuk rasa yang melemparkan batu. Ketika mereka berdua mulai menembak, pemuda itu jatuh ke tanah,” kata Hadi Sabarneh, seorang jurnalis yang hadir di tempat kejadian.
Sementara itu seorang peserta aksi, Nassar Nassar, mengatakan bahwa dia berada di jarak sekitar 10 meter (30 kaki) ketika sepupunya Amjad terbunuh. Menurut Nassar, tidak jelas apakah tembakan tentara atau pemukim bersenjata yang membunuh Amjad.
“Yang jelas ada niat membunuh, karena tembakannya di atas pinggang,” kata Nassar. Ia juga menambahkan bahwa pemukim yang bersenjata itu “menembak tanpa pandang bulu”.
Sementara itu, juru bicara militer Israel mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan tentang seorang Palestina yang terbunuh, dan tentara telah “bekerja untuk memulihkan ketertiban” setelah bentrokan meletus antara warga Palestina dan pemukim, yang melibatkan pelemparan batu satu sama lain”. Media Israel melaporkan bahwa seorang pemukim juga terluka.
Aksi protes untuk menentang permukiman ilegal merupakan kegiatan rutin warga Palestina. Mereka mengadakan aksi ini setiap pekan, untuk menentang permukiman ilegal Yahudi di berbagai bagian Tepi Barat, khususnya desa Beita, Beit Dajan, dan Kafr Qaddoum. Saat ini terdapat sekitar 650.000 pemukim yang tinggal di 164 permukiman dan 116 pos terdepan di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem). Meskipun di bawah hukum internasional, semua permukiman Yahudi di wilayah penjajahan adalah ilegal.
Sumber:
https://www.aljazeera.com/news/2022/7/29/point-blank-16-year-old-palestinian-killed-by-israelis
https://www.middleeasteye.net/news/palestinian-boy-shot-dead-israeli-settler-east-ramallah
https://www.#/20220729-israel-army-kills-palestinian-boy-in-eastern-ramallah/
https://qudsnen.co/breaking-palestinian-youth-killed-by-israeli-forces-near-ramallah/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








