UNRWA meminta sumbangan untuk melanjutkan pekerjaannya di tengah pemotongan dana oleh sejumlah negara Barat. Pemotongan dana yang akan memengaruhi bantuan penyelamatan nyawa bagi lebih dari dua juta warga sipil Gaza ini datang setelah tuduhan Israel yang menuding terdapat pekerja lembaga tersebut yang berpartisipasi dalam serangan insiden 7 Oktober terhadap Israel. Namun, Israel belum menunjukkan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. UNRWA telah memperingatkan bahwa pemotongan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza.
Sementara itu, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa sebuah bank Israel yang tidak disebutkan namanya telah memblokir rekening bank UNRWA karena adanya kecurigaan penyaluran dana didistribusikan ke kelompok-kelompok teroris di Gaza. Meskipun begitu, UNRWA mengatakan dalam sebuah posting pada X (Twitter), “Sebagai organisasi kemanusiaan terbesar di Jalur Gaza, kami akan melakukan apa pun yang mungkin untuk melanjutkan pekerjaan penting kami untuk mendukung masyarakat di Gaza.”
Banyak politisi dan kelompok hak asasi manusia telah mengkritik langkah pemotongan dana, termasuk Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell yang menolak pemotongan dana terhadap UNRWA. “Jika beberapa dokter di rumah sakit Eropa terlibat dalam kegiatan kriminal, akan dilakukan penyelidikan menyeluruh dan semua tindakan yang sesuai akan diambil,” kata Borrell dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera.
“Namun, tidak ada pemerintah yang akan menghentikan pendanaan pelayanan kesehatan, karena hal ini pada dasarnya akan menghukum orang-orang yang menerima layanan tersebut. Kesalahan individu tidak boleh menyebabkan hukuman kolektif terhadap seluruh populasi.”
Borrell juga mencatat bahwa lembaga tersebut memberikan layanan kepada pengungsi Palestina di seluruh Timur Tengah, bukan hanya di Gaza, dan memperingatkan bahwa runtuhnya UNRWA juga akan menjadi risiko serius bagi stabilitas regional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








