Dalam pesan Paskah tahunan mereka, para patriark dan kepala gereja di Al-Quds (Yerusalem) meminta Israel untuk memelihara keamanan, akses, dan kebebasan beragama bagi umat Kristiani di Tanah Suci selama Paskah Yahudi (Pesach). “Seperti yang telah kita semua lihat dalam beberapa bulan terakhir, kekerasan yang meningkat telah melanda Tanah Suci. Orang Kristen lokal khususnya semakin menderita kesengsaraan,” kata mereka.
“Selama setahun terakhir, beberapa gereja kami, area pemakaman, dan tempat pertemuan publik telah menjadi sasaran serangan; beberapa tempat suci dan kuburan kami telah dinodai; dan beberapa situs kuno kami, seperti Prosesi Minggu Palem dan Upacara Api Kudus, telah ditutup untuk ribuan jemaah.”
“Ini terlepas dari kesepakatan kami untuk bekerja sama dengan otoritas pemerintahan (Israel), dan untuk mengakomodasi permintaan masuk akal apa pun yang mungkin mereka ajukan,” kata para pemimpin gereja dalam pesan mereka, merujuk pada sejumlah serangan oleh orang-orang fanatik Yahudi terhadap gereja dan orang Kristen di Yerusalem.
“Sementara kami akan bertahan dalam upaya itikad baik ini, kami meminta pejabat pengawas untuk bekerja secara kooperatif dan kolaboratif dengan kami, Kami meminta komunitas internasional dan penduduk setempat yang memiliki niat baik untuk mengadvokasi atas nama kami, untuk membantu menjaga keamanan, akses, dan kebebasan beragama komunitas Kristen dan jutaan peziarah Kristen yang setiap tahun mengunjungi Tanah Suci — serta pemeliharaan Status Quo agama,” tambah para pemimpin gereja.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








