Para pemukim Israel telah memulai proyek pembangunan jalan khusus pemukim di Kota Hebron (al-Khalil), Tepi Barat selatan pada Kamis (17/11). Aktivis Issa Amro, pendiri Youth Against Settlement, mengatakan bahwa dalam kegelapan, buldoser pemukim meratakan tanah Palestina di lingkungan Tal Rumeida untuk pembangunan jalan baru yang akan menghubungkan daerah Karantina ke lingkungan tersebut.
Jalan sepanjang 500 meter dan lebar 4 meter tersebut akan dibangun di atas tanah milik Kotamadya Hebron serta milik keluarga Ju’beh, Dandis, Natsheh, dan ‘Amro, meski Kotamadya dan keluarga tersebut memiliki akta kepemilikan. Youth Against Settlement mengecam pembangunan jalan baru sebagai tindakan perampokan terang-terangan yang dimaksudkan untuk melucuti tanah Palestina dari pemilik sah mereka dan sebagai bentuk sabotase pohon-pohon zaitun yang telah berdiri berabad-abad di lingkungan tersebut.
Lingkungan Palestina terletak di daerah kota tua yang dikuasai Israel, yang dikenal sebagai H2, tempat beberapa ratus pemukim Yahudi ekstremis bermarkas. Israel sangat membatasi pergerakan dan aktivitas warga Palestina di area H2, namun mengizinkan pergerakan dan akses bebas pemukim.
Kota Hebron, yang merupakan tempat berdirinya Masjid Ibrahimi, adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 800 pemukim Israel yang terkenal agresif yang tinggal di kompleks yang dijaga ketat oleh pasukan Israel. Israel telah mengusir satu-satunya pemantau internasional yang melindungi warga Palestina di Hebron dari 800 pemukim yang dijaga ketat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








