Komite Perencanaan Pusat Administrasi Sipil Israel di Tepi Barat akan bertemu pada Senin depan untuk membahas rencana permukiman E1 yang akan membagi wilayah jajahan menjadi dua bagian, kantor berita Ma’an melaporkan pada Selasa (6/6).
Menurut laporan tersebut, situs berita Israel berbahasa Ibrani Walla mengatakan bahwa rencana tersebut dianggap sebagai isu paling sensitif secara politik karena akan memecah Tepi Barat dengan menghubungkan Al-Quds (Yerusalem) dengan permukiman Ma’aleh Adumim. Tujuan tindakan tersebut adalah untuk merusak kedekatan teritorial Palestina dalam pembentukan negara Palestina pada masa depan.
Walla mengatakan pertemuan akan tetap berlangsung meski sempat beberapa kali ditunda karena tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa. Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa komite akan membahas keberatan publik terhadap rencana tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini mereka belum akan mengambil keputusan praktis untuk mempromosikan pembangunan permukiman tersebut. Hingga saat ini, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengomentari laporan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







